batampos- Aparat gabungan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai TIPE madya Pabean (KPPBC TMP) B Tanjungbalai Karimun bersama Satres Narkoba Polres Karimun berhasil mengamankan 2 orang tersangka kurir narkotika jenis sabu.
''Pengungkapan kasus sabu ini berawal dari penangkapan satu orang pria berinisial M di sebuah hotel yang ada di Kecamatan Karimun pada Selasa (30/7) pukul 09.00 WIB. Dari Er dilakukan pengembangan dan diketahui kurir yang membawa sabu sudah berangkat menggunakan kapal penumpang tujuan or Kuala Tungkal, Jambi,'' ujar Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus, Rabu (31/7).
Kemudian, lanjutnya, jajaran Satres Narkoba koordinasi ke BC untuk melakukan pengejaran dengan menggunakan kapal milik BC. Akhirnya, ketika kapal sedang berada di Perairan Kundur, kedua kurir yang dicari ada di dalam kapal.
''Saat dilakukan pemeriksaan terhadap satu orang pria berinisial Ia ditemukan satu paket kecil narkotika jenis sabu yang disimpan di saku celana depan sebelah kanan. Kemudian, pemeriksaan terhadap kurir berinisial Mfn ditemukan 2 bungkus plastik hitam yang diletakkan di bawah tempat dudu penumpang sebelah kanan,'' papar Kapolres.
Dikatakannya, setelah dibuka bungkus plastik hitam tersebut terlihat kemasan teh cina merek Guan Yin Wang yang di dalamnya terdapat kristal putih diduga sabu. Kedua kurir kemudian dibawa ke Mapolres Karimun untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
''Dari barang bukti yang diamankan berjumlah 2 kg atau 2.098 gram. Rencana sabu akan dibawa dan diserahkan ke seseorang di Jambi. Diduga sabu berasal dari Malaysia dan agar tidak terlacak aparat penegak hukum, caranya dibuang ke laut,'' ungkapnya.
Dari keterangan tersangka Er, tambah Kapolres, bahwa sabu dibuang ke tengah laut dan kemudian Er yang mengambil di tengah laut. Siapa yang membuang masih dalam penyelidikan lanjut. Setelah Er berhasil mengambil sabu tersebut diserahkan ke Mfn dan Ia yang sudah menunggu di hotel.
''Mfn dan Ia ini dijanjikan mendapatkan upah sebesar Rp10 juta jika berhasil membawa sabu tersebut sampai ke Provinsi Jambi. Yang jelas, upah memang belum diterima oleh kedua kurir,'' terang Fadli. (*)
Reporter: Sandi
Editor : Tunggul Manurung