Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Melihat Praktik "Penyembuhan" Lampu Pijar di Klinik "Dokter" Lampu

Yusnadi BP • Senin, 2 September 2024 | 06:10 WIB

Jika lampu pijar di rumah tidak menyala bahkan rusak atau "sakit", jangan membuangnya. Serahkan saja kepada ahlinya untuk "menyembuhkan" atau memperbaiki lampu pijar dan lampu bohlam.

Mahyunis tengah memperbaiki lampu rusak milik pelanggan di klinik Dokter Lampu Tanjungpinang.
Mahyunis tengah memperbaiki lampu rusak milik pelanggan di klinik Dokter Lampu Tanjungpinang.

Lampu menjadi salah satu kebutuhan utama. Terutama untuk penerangan di malam hari. Saat lampu pijar atau lampu bohlam tidak menyala atau telah rusak, justru banyak yang membeli dan mengganti dengan lampu yang baru.

Bagi sebagian masyarakat, membeli lampu baru bisa saja terbilang mahal. Karena itu, memperbaiki lampu yang tidak menyala atau rusak dengan biaya murah, menjadi pilihan yang tepat.

Dengan melakukan servis atau perbaikan lampu pijar yang tidak menyala lagi, kita bisa lebih berhemat tanpa harus membeli lampu yang baru. Kenapa begitu? Ya karena saat ini, penerangan lampu menjadi salah satu kebutuhan rumah tangga yang wajib terpenuhi.

Tak hanya itu, kita sangat membutuhkan penerangan lampu dalam kehidupan ini. Baik di rumah dan di manapun. Baik pada malam maupun di siang hari guna mendukung aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Jika lampu tidak menyala atau rusak, maka akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan. Bahkan aktivitas kita bisa terganggu. Sebagian dari kita pasti sering membuang lampu bohlam yang rusak atau tidak menyala karena kebiasaan dan membeli lampu baru.

Namun, sebagian dari kita pasti ingin berhemat dan lebih memilih untuk memperbaiki lampu yang tidak menyala lagi. Nah, jika lampu di rumah rusak atau tidak menyala lagi, bisa langsung mendatangi klinik Dokter Lampu Tanjungpinang. Tidak hanya lampu pijar, "dokter" juga dapat mengatasi dan memperbaiki berbagai jenis lampu.

Dokter merupakan profesi mulia. Pada umumnya dokter bekerja untuk menyembuhkan pasiennya, namun di klinik yang satu ini, "dokter" akan “menyembuhkan” lampu pijar yang rusak dan yang tidak menyala lagi.

Klinik Dokter Lampu Tanjungpinang juga menerima jual beli lampu seken dengan harga yang terjangkau. Tentunya "dokter dari klinik Dokter Lampu Tanjungpinang, akan berusaha menyembuhkan berbagai “penyakit” atau permasalahan tentang lampu.

Selain itu, hadirnya klinik Dokter Lampu Tanjungpinang dapat menampung barang bekas berupa lampu pijar atau lampu bohlam dan mengurangi sampah bola lampu untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Tak hanya itu, hadirnya klinik Dokter Lampu Tanjungpinang juga untuk membantu perekonomian masyarakat yang artinya barang rusak seperti lampu pijar dapat diperbaiki dan digunakan kembali dengan biaya hemat dan sangat terjangkau.

Guru Agama Merangkap "Dokter"

Kepada Batam Pos, pemilik sekaligus “dokter” di klinik Dokter Lampu Tanjungpinang yang berlokasi di Jalan Nuri Indah Batu 12 Tanjungpinang ini adalah seorang guru. Ya dia adalah Mahyunis. Guru Agama di SMA 6 Tanjungpinang ini, mengaku secara tak sengaja berkecimpung di dunia servis barang elektronik.

Saat menjadi mahasiswa di IAIN Imam Bonjol Padang, Mahyunis juga belajar memperbaiki barang elektronik. Saat itu, ia belajar memperbaiki barang elektronik secara otodidak hingga mencoba membuka servis segala barang elektronik.

Namun usaha tersebut tidak berlanjut. Akhirnya guru yang kini berusia 52 tahun ini, hijrah ke Batam mencari tantangan baru. Pada tahun 2000, Mahyunis akhirnya hijrah ke Tanjungpinang dan mendalami ilmu servis lampu pijar di samping menjadi guru Agama.

Berkat pengalamannya di dunia elektronik, pada 2005, bapak tiga anak ini menjadi teknisi traffic light (lampu lalu lintas) di Tanjungpinang. Pekerjaan sampingan ini, ia lakukan selama 2 tahun hingga tahun 2007. Selanjutnya, Mahyunis tetap menjalankan profesinya sebagai guru Agama dan penceramah.

Menurut Mahyunis, usaha perbaikan dan servis lampu pijar ini, berawal saat dirinya pergi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet Tanjungpinang.

Di tempat pembuangan sampah itu, Mahyunis melihat tumpukan lampu-lampu bohlam yang tidak terpakai lagi. Kemudian ia memungut dan membawa pulang lampu yang terbuang tersebut.

Mahyunis kemudian mencoba memperbaiki lampu-lampu rusak dan tidak menyala itu di rumahnya dengan tekun dan sabar. Selama satu tahun, kata Mahyunis, eksperimen memperbaiki lampu-lampu usang dan rusak itu membuahkan hasil yang sempurna.

“Awalnya mencoba memperbaiki lampu di rumah sendiri, ternyata berhasil. Kemudian tersebar dari mulut ke mulut kalau saya bisa servis lampu,” kata warga Perumahan Kenangan Jaya Batu 12 ini.

Di tangan Mahyunis, berbagai jenis lampu dapat diperbaiki dan menjadi seperti lampu yang baru dibeli dari toko. Sehingga tidak heran, Mahyunis dijuluki "dokter" lampu.

Kemudian pada tahun 2017, Mahyunis mencoba membuka usaha servis lampu dengan tujuan mengurangi sampah lampu. Ia juga bekerja sama dengan pemulung untuk mencari lampu bohlam bekas yang terbuang. Kini sebanyak 18 pemulung menjual lampu-lampu usang itu kepadanya.

Dari kerja sama tersebut, Mahyunis akan mengambil bagian-bagian lampu bohlam yang masih bisa dimanfaatkan. Menurut pengalamannya selama ini, pasti ada saja onderdil atau bagian lampu yang masih bisa digunakan.

“Kami saling membantu mengurangi sampah elektronik dan memberdayakan sampah itu menjadi sesuatu yang berguna,” jelas Mahyunis.

Usaha perbaikan lampu semakin berkembang dan makin banyak masyarakat yang mengetahui keahliannya. Mahyunis pun meminta pendapat kepada kenalannya yang berprofesi sebagai dokter, bahwa ia akan menggunakan menggunakan diksi "Dokter" untuk merek usaha perbaikan dan servis lampu yaitu Dokter Lampu Tanjungpinang.

“Seorang dokter kenalan saya bilang tidak mengapa menggunakan kata dokter, asal mengunakannya untuk hal-hal yang baik,” ungkap Mahyunis.

Tempat praktik "penyembuhan" lampu ini, jelas Mahyunis, telah menjadi usaha praktik yang resmi terdaftar dan berbadan hukum sesuai dengan aturan yang diberlakukan Ikatan Dokter Lampu Indonesia (IDLI).

Setiap hari, mulai siang hingga malam hari, Mahyunis membuka praktik tersebut. Pekerjaan sampingan yang unik ini, ternyata tak pernah sepi pelanggan. Mahyunis mampu meraup keuntungan dari memperbaiki lampu pijar yang rusak.

“Alhamdulillah, kami mengutamakan pelayanan. Sebulan lebih kurang bisa terjual sebanyak 400 lampu bekas,” sebutnya.

Mahyunis mengaku biaya servis dan perbaikan lampu pijar di kliniknya, sangat bervariasi dan tentunya terjangkau. Biaya servis di klinik Dokter Lampu Tanjungpinang, cukup murah dan terjangkau bagi semua kalangan.

Menurut Mahyunis, servis maupun perbaikan di klinik Dokter Lampu Tanjungpinang, tergantung jenis dan merek serta besaran atau ukuran watt pada lampu yang rusak atau yang tidak menyala.

"Harga servis bervariasi, mulai dari biaya termurah Rp 8 ribu hingga biaya termahal Rp 75 ribu serta bergaransi 3 bulan," terang Mahyunis.

Selain itu, lanjut Mahyunis, tersedia juga berbagai orderdil lampu pijar atau lampu bohlam seperti mata LED, komponen lampu-lampu dan mesin lampu serta kaca lampu berbagai jenis.

Mahyunis mengatakan, klinik Dokter Lampu Tanjungpinang juga menyewakan beberapa jenis lampu untuk keperluan berbagai kegiatan dan acara serta pesta.

“Biaya sewa lampu satu malam Rp 10 ribu saja. Tersedia juga kabel dan piting lampu. Biaya sewa Rp 50 ribu,” tutup Mahyunis. (*)

Editor : Tunggul Manurung