Kemensos mencatat ada sebanyak 517 ribu rekening penerima bansos yang terdaftar di situ judol. Namun, Dinsos Kepri tidak bisa memastikan apakah dari ratusan ribu penerima bansos tersebut ada terdapat warga Kepri atau tidak.
"Kita tidak memiliki data itu. Dia (Kemensos) tidak pernah konfirmasi ke Dinsos terkait data penerima bansos di Kepri," kata Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kepri, Irwanto, Kamis (10/7).
Ia menerangkan, bantuan yang disalurkan langsung oleh Kemensos tersebut berupa program sembako atau BPNT dan Program Keluarga Harapan (PKH). Kendati demikian, pihak Dinsos mengaku memang tidak dilibatkan dalam pendataan warga kurang mampu penerima bansos tersebut.
"Mereka mencari data sendiri. Paling kita hanya dapat keluhan masyarakat saja, jika ada PKH yang diputus oleh Pemerintah Pusat (Kemensos)," tambahnya.
Menurutnya, hal itu merupakan kelemahan dari Kemensos yang tidak melibatkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Kota dalam melakukan pendataan program bansos. "Itu kelemahan Kemensos. Dia memang tidak pernah koordinasi ke Dinas," tambahnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Dinsos Kepri, setidaknya ada 48.917 keluarga yang menerima PKH dari pemerintah pusat. Dengan rincian di Bintan sebanyak 4.432 keluarga, Karimun 6.532 keluarga, Anambas 1.204 keluarga, Lingga 5.132 keluarga, Natuna 1.962 keluarga, Batam 24.456 keluarga dan Tanjungpinang sebanyak 5.217 keluarga.
Sementara program BPNT, penerima di Bintan ada sebanyak 5.814 keluarga, Karimun 8.529 keluarga, Anambas 1.368 keluarga, Lingga 8.915 keluarga, Natuna 3.636 keluarga, Batam 28.870 keluarga dan Tanjungpinang sebanyak 6.363 keluarga.
"Jadi total penerima BPNT ada 63.495 keluarga di Kepri. Namun data ini kita lacak sendiri, bukan kemensos langsung yang berikan ke kita," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung