Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jumlah Penduduk Miskin di Kepri Turun,  BPS Sebut Ada Pengaruh Bantuan Pangan Nontunai

Mohamad Ismail • Selasa, 29 Juli 2025 | 11:00 WIB

 

Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri yang terletak di Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang.
Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri yang terletak di Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang.

batampos- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat setidaknya ada 109,98 ribu orang penduduk miskin per Maret 2025. Angka tersebut diklaim mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode September 2024, dengan jumlah 117,28 orang.

Sementara berdasarkan daerah tempat tinggal, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun dari 102,23 ribu pada September 2024, menjadi 101,34 ribu pada Maret 2025.

"Kemudian penduduk miskin di daerah perdesaan juga turun, yaitu dari 22,72 ribu orang pada September 2024 menjadi 15,94 ribu orang pada Maret 2025," kata Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, Senin (28/7).

Menurutnya, penurunan angka penduduk miskin di Kepri dipengaruhi faktor program bantuan sosial pemerintah pusat berupa bantuan pangan nontunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH) yang disalurkan oleh pemerintah.

Sementara pertumbuhan ekonomi Kepri tumbuh sebesar 5,16 persen pada triwulan I 2025 dibandingkan triwulan I 2024 (y-on-y). Rtata-rata upah buruh dari Februari 2024 ke Februari 2025 tumbuh sebesar 6,73 persen dan proporsi pekerja formal meningkat sebesar 0,74 persen poin.

"Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 sebesar 6,89 persen, turun sebesar 0,05 persen poin dibandingkan dengan Februari 2024 sebesar 6,94 persen," tambahnya.

Ia merincikan, pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan I naik sebesar 1,51 persen dibandingkan triwulan III tahun 2024. Kemudian garis kemiskinan penduduk Kepri diklaim naik sebesar 3,07 persen, yakni dari Rp807.602 per kapita per bulan pada September 2024, menjadi Rp832.410 per kapita per bulan pada Maret 2025.

"Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#bps #Bantuan Pangan Nontunai #penduduk miskin