batampos- Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau menjadi pusat perhatian pengunjung, saat puluhan tim mulai dari lokal hingga mancanegara asal Singapura, memutar gasing, dalam ajang Penyengat Heritage Fest 2025.
Suara riuh tepuk tangan dan sorakan penonton pecah setiap kali gasing kayu dilontarkan ke arena. Di bawah atap biru sederhana, sorotan mata penonton tertuju pada gelanggang kecil berlapis papan, tempat gasing-gasing berputar mempertahankan keseimbangannya.
"Tingginya antusias ini, diharapkan dapat terus menjadi penyemangat kami untuk terus melakukan event Pariwisata di Kepri," kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, Jumat (12/9).
Setidaknya terdapat 20 tim atau 30 peserta ikut dalam ajang perlombaan gasing tersebut. Puluhan tim ini berasal dari Tanjungpinang, Karimun, Jambi, hingga dari negara tetangga Singapura.
Menurutnya, lomba gasing ini bisa menjadi daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Kepri, khususnya di Tanjungpinang. Terlebih terdapat sejumlah tim yang berasal dari luar Kepri.
Selain lomba gasing, dalam ajang Penyengat Heritage Fest 2025 ini juga menghadirkan lomba nyuluh atau mencari ikan saat air laut sedang surut, hingga Night Run 5K di Pulau Penyengat.
Sementara itu, Ketua Tim Pemasaran Pariwisata Nusantara Wilayah Sumatera dan Kalimantan, Kemenpar, Rina Irawati menyebut perlombaan ini dapat meningkatkan kunjungan pariwisata dari Mancanegara ke Indonesia.
Terlebih, lomba gasing di Pulau Penyengat bukan sekadar permainan rakyat. Ia adalah warisan budaya, sebuah tontonan yang menyatukan generasi tua dan muda dalam putaran kayu berurat sejarah.
"Lomba-lomba seperi ini dapat meningkatkan kunjungan pariwisata dan mengenalkan permainan tradisional di Kepri," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung