batampos- Pemerataan listrik di Provinsi Kepri mulai mendekati sempurna. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut tingkat elektrifikasi daerah itu telah mencapai 99,98 persen, menyisakan hanya 0,02 persen wilayah yang belum tersentuh jaringan listrik PLN.
Gubernur Kepri, Ansar Ahamad mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri menargetkan semua wilayah di Kepri dialiri listrik pada tahun ini.
“Realisasinya luar biasa. Kita banyak mendapat porsi besar, terutama dari program PLN Masuk Desa. Baik melalui penyambungan kabel bawah laut, lalu pemanfaatan energi baru terbarukan seperti solar home system,” kata Ansar Ahmad, Rabu (22/10).
Ia mengakui, saat ini memang masih ada beberapa kampung kecil di pulau-pulau terpencil yang belum sepenuhnya menikmati listrik PLN. Namun, pihaknya terus melakukan pembahasan, agar seluruh wilayah bisa mendapatkan aliran listrik secara merata.
"Kita juga bertahap membeli mesin genset untuk pulau-pulau yang perlu ditingkatkan pelayanannya menjadi 24 jam. Selama ini pengelolaannya kita kerja samakan dengan PLN karena memang kita belum punya kemampuan penuh untuk itu, dan PLN sangat responsif," tambahnya.
Selain memperluas jaringan listrik, Pemprov Kepri juga menjalankan program penyambungan listrik gratis bagi rumah tangga tidak mampu di daerah kepulauan.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memanfaatkan listrik yang tersedia secara optimal sekaligus meringankan beban ekonomi mereka.
"Jika sambungannya terlalu sedikit, beban subsidi PLN juga besar. Jadi kita bantu dengan penyambungan gratis agar masyarakat bisa menikmati listrik dengan layak,” sebutnya.
Ansar optimistis pada tahun 2025 ini semua wilayah Kepri, termasuk pulau-pulau kecil yang selama ini mengandalkan listrik swadaya masyarakat, akan teraliri listrik sepenuhnya.
"Mudah-mudahan tahun ini semuanya bisa terealisasikan," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung