Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tarik Wisatawan, 13 Event Bakal Digelar di Kepri Sepanjang November

Mohamad Ismail • Selasa, 28 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Wakil Gubernur Nyanyang (kiri) dan Kadispar Kepri Hasan (kanan) saat menyampaikan kalender event Pariwisata November 2025 d8 Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (27/10).
Wakil Gubernur Nyanyang (kiri) dan Kadispar Kepri Hasan (kanan) saat menyampaikan kalender event Pariwisata November 2025 d8 Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (27/10).

batampos- Sebanyak 13 event untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus) bakar digelar di Provinsi Kepulauan Riau, sepanjang bulan November 2025.

Event tersebut diantaranya ialah Sail To Indonesia yang berlangsung sejak 29 Oktober-2 November. Dalam event tersebut, akan ada belasan hingga puluhan kapal yacht yang bakal berlabuh di perairan Pulau Penyengat.

Kemudian event Jelajah Negeri yang berlangsung di Tanjungpinang pada 6-7 November, Bajafash pada 7-8 November di Kota Batam, Mandiri Bintan Marathon pada 8-9 November di Lagoi Bintan dan Parade Budaya Nusantara pada 14-16 November di Batam.

Selanjutnya Dekra Fest di Tanjungpinang pada 15 November 2025, Spirit Of Tatung pada 16 November, Malay Food Festival pada 20-25 November, Kepri Art and Culture International pada 20-25 November.

Launching Kalender Event 2026 pada 22 November, Kepri Kolosal Nusantara pada 23 November, Artopia Of Bintan pada 28-29 November dan 12 Gurindam Purnama di Pulau Penyengat pada 28-29 Novemver.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura mengatakan bahwa setiap bulannya akan ada banyak event pariwisata yang digelar di kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Hal ini dilakukan, untuk menarik wisman dan wisnus datang ke Kepri.

"Terlebih dampak kunjungan wisman ke Kepri ini dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten/kota. Karena ada perputaran ekonomi disana," kata Nyanyang, Senin (27/10).

Menurut Nyanyang, keberhasilan penyelenggaraan event tidak hanya diukur dari kemeriahannya atau banyaknya pengunjung, melainkan juga dari seberapa besar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

Sehingga, kata dia Pemprov Kepri memastikan adanya pengawasan dan koordinasi agar peluang ekonomi tidak hanya dikuasai oleh pelaku usaha besar.

"Kita support penuh semua event ini, baik dari fasilitas tempat maupun koordinasi dengan pihak hotel dan pengelola venue. Pemerintah wajib memastikan ekosistem ekonomi berjalan dengan baik dan inklusif,” tambahnya.

Selain itu, menurutnya event bukan hanya soal hiburan dan wisata, tetapi juga momentum pemerataan ekonomi lintas kabupaten dan kota.

"Kalau event di Tanjungpinang, maka UMKM Tanjungpinang yang harus tampil. Begitu juga dengan Batam, Bintan, hingga Karimun. Kita ingin ekonomi lokal benar-benar bergerak, bukan hanya untuk pemain besar," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#wisman #even #pariwisata