batampos- Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGI-W) Provinsi Kepulauan Riau akan menggelar perayaan Natal bersama, Senin (15/12).
Selain menjadi momentum ibadah dan perayaan iman, Natal tahun ini juga diwarnai aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketua PGI-W Kepri, Pdt Sabar S. Brahmana, mengatakan rangkaian kegiatan Natal tidak hanya berfokus pada perayaan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang telah berlangsung sejak pra-Natal. Kegiatan tersebut meliputi kunjungan kasih ke panti asuhan, panti rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), donor darah, hingga kunjungan ke lembaga pemasyarakatan.
Hal itu disampaikan Pdt Sabar saat konferensi pers, Sabtu (13/12) sore, didampingi Sekretaris PGI-W Kepri sekaligus Sekretaris Panitia Natal, Pdt Dr Otniel Harefa, serta jajaran panitia. Untuk tahun ini, panitia mempercayakan jabatan ketua panitia Natal PGI-W Kepri kepada mantan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga.
“Kami berharap perayaan Natal pada 15 Desember 2025 dapat berjalan dengan baik. Semoga cuaca mendukung dan seluruh umat dapat hadir dengan penuh sukacita,” ujar Pdt Sabar.
Natal PGI-W Kepri 2025 mengusung tema Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga. Tema tersebut diangkat sebagai respons atas berbagai tantangan yang dihadapi keluarga Kristen saat ini. Pendeta Ir Timotius Arifin Tedjasukmana dijadwalkan menjadi pembicara utama.
Menurut Pdt Sabar, penguatan keluarga menjadi hal mendesak di tengah meningkatnya persoalan sosial, seperti perceraian, anak putus sekolah, hingga maraknya praktik judi online. “Kami berharap keluarga Kristen semakin kuat dan mampu menjadi saksi di tengah dunia,” katanya.
Perayaan Natal PGI-W Kepri tahun ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 2.500 hingga 3.000 undangan. Saat ini, PGI-W Kepri menaungi 43 sinode gereja dengan total 486 gereja dan jumlah jemaat mencapai sekitar 211 ribu jiwa. Undangan secara khusus ditujukan kepada para pendeta, pelayan gereja, dan majelis jemaat.
Lebih lanjut, Pdt Sabar menegaskan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia unggul harus dimulai dari keluarga yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai iman.
“Gereja siap berkontribusi memajukan bangsa dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan takut akan Tuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Natal PGI-W Kepri, Pdt Dr Otniel Harefa, mengungkapkan bahwa rangkaian pra-Natal telah dilaksanakan melalui berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Di antaranya, penanaman 120 bibit pohon di lingkungan Kantor PGI-W Kepri di Tiban, Sekupang, serta pembagian ribuan bibit pohon kepada gereja-gereja anggota PGI.
“Kami ingin mendukung kelestarian lingkungan sekaligus berbagi kasih. Selain mengunjungi lima panti asuhan dan dua panti rehabilitasi, kami juga memberikan penguatan kepada saudara-saudara di lembaga pemasyarakatan,” jelas Pdt Otniel.
Terkait rencana penggalangan dana, Pdt Otniel membenarkan bahwa donasi akan dikumpulkan saat perayaan Natal berlangsung. Bantuan tersebut nantinya disalurkan melalui PGI-W di masing-masing wilayah terdampak bencana.
“Donasi akan kami himpun dan disalurkan melalui PGI-W di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat,” ujarnya.
Perayaan Natal PGI-W Kepri 2025 juga direncanakan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri. Selain itu, anggota DPRD kabupaten/kota di Kepri yang beragama Kristen turut diundang.
“Pak Wakil Gubernur dan Pak Kajati Kepri sudah mengonfirmasi kehadiran,” pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung