Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

13 Ribu pengangguran di Kepri Putus Asa Cari Kerja, Ini Faktornya

Mohamad Ismail • Senin, 15 Desember 2025 | 13:00 WIB
RATUSAN pencari kerja mengantre menyerahkan surat lamaran kerjanya di bursa kerja di SP Plaza, Tembesi, sagulung, Selasa (8/11/2022).
RATUSAN pencari kerja mengantre menyerahkan surat lamaran kerjanya di bursa kerja di SP Plaza, Tembesi, sagulung, Selasa (8/11/2022).

batampos- Setidaknya terdapat 13.622 pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang putus asa mencari pekerjaan. Kebanyakan dari mereka menyerah, karena merasa tidak akan mendapatkan pekerjaan.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri tersebut berdasarkan hasil Sakernas Agustus tahun 2024. Ribuan pengangguran yang menyerah tersebut rata-rata berusia 15 tahun keatas.

"Mereka yang tidak bekerja dan tidak mau mencari kerja karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan di Kepri," kata Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama kepada Batam Pos, Minggu (14/12).

Ia menjelaskan, dari hasil Sakernas Agustus 2024 jumlah pengangguran putus asa mengalami kenaikan 7,47 persen, jika dibandingkan dengan hasil Sakernas Agustus 2023 sebanyak 8.635 orang.

Sementara Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri menyatakan tidak mengetahui secara pasti, berapa jumlah pengangguran di provinsi tersebut yang telah putus asa untuk mencari kejar.

Jumlah pengangguran di Kepri saat ini tercatat ada sebanyak kurang lebih 65 ribu orang. Penduduk berusia muda alias Generasi Z menjadi penyumbang pengangguran terbanyak di Kepri, yakni sebesar 60 persen atau sebanyak 39 ribu orang.

"Data jumlah pengangguran yang putus asa mencari kerja adanya di BPS," sebut Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri, Suryadi.

Sementara untuk jumlah pencari kerja di Provinsi Kepri tercatat ada sebanyak 29.295 orang. Dengan rincian Batam sebanyak 26.412 orang, Bintan ada 1.607 orang, Tanjungpinang ada 712 orang, Karimun 368 orang, Anambas 181 orang, Lingga 111 orang dan Natuna empat orang.

Para pengangguran tersebut dinyatakan sebagai pencari kerja karena membuat kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja disetiap kabupaten/kota. "Belum tentu yang tidak terdaftar, tidak mencari kerja," tambahnya.

Menurutnya, para pengangguran yang menyerah kebanyakan merupakan tamatan SMA/SMK. Terlebih, setiap tahunnya ada 32 ribu pelajar yang tamat SMA/SMK, 60 persen diantaranya akan lanjut ke jenjang kuliah, sementara 40 persen sisanya mencari kerja.

Namun, angka pengganguran tamatan SMA/SMK bakal mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan minimnya lapangan pekerjaan, hingga banyaknya pencari kerja dari luar Kepri.

"Bahkan tahun depan pasti bertambah lagi. Jadi mereka akan frustasi setelah 3 tahun mencari kerja dan menyerah," pungkasnya.(*)

Editor : Tunggul Manurung
#bps #pengangguran