Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Nilai Bahasa Inggris Pelajar Kepri Terendah, Ririn Warsiti Desak Evaluasi Total

M Tahang • Jumat, 13 Februari 2026 | 16:30 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Ririn Warsiti. F. Istimewa
Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Ririn Warsiti. F. Istimewa

batampos – Rendahnya kemampuan bahasa Inggris pelajar sekolah menengah di Provinsi Kepulauan Riau menjadi sorotan serius. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 mencatat rata-rata nilai Bahasa Inggris Kepri hanya 26,85, terpaut jauh dari rata-rata nasional 37,43.

Kondisi ini dinilai bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator lemahnya kesiapan sumber daya manusia daerah dalam menghadapi persaingan global.

Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Ririn Warsiti, menyebut capaian tersebut sebagai alarm bagi dunia pendidikan di Kepri. Menurutnya, bahasa Inggris saat ini merupakan kompetensi dasar yang menentukan akses pelajar terhadap pendidikan tinggi dan peluang beasiswa internasional.

“Kita terlalu lama mengajarkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran, bukan sebagai keterampilan komunikasi,” ujarnya.

Ia menilai rendahnya capaian dipengaruhi metode pembelajaran yang masih berorientasi teori dan hafalan, kurangnya praktik komunikasi aktif di kelas, serta keterbatasan kualitas dan pemerataan guru bahasa Inggris. Minimnya paparan bahasa Inggris dalam lingkungan sosial juga membuat siswa kesulitan mengembangkan kemampuan secara alami.

Ririn mengingatkan, lemahnya penguasaan bahasa Inggris dapat berdampak jangka panjang. Banyak perguruan tinggi dan lembaga pemberi beasiswa luar negeri mensyaratkan skor kemampuan bahasa Inggris tertentu sebagai prasyarat utama seleksi.

Karena itu, Komisi IV DPRD Kepri mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembelajaran bahasa Inggris. Evaluasi tersebut mencakup peningkatan kompetensi guru, penerapan metode pembelajaran yang lebih komunikatif dan aplikatif, serta penguatan program pendukung di sekolah.

“Tanpa perbaikan yang serius dan terarah, Kepri berisiko tertinggal dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global,” tegasnya. (*)

Editor : M Tahang
#Nilai Bahasa Inggris #Ririn Warsiti