batampos – Warga Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berencana menunaikan ibadah umrah ke Arab Saudi diminta menunda keberangkatan sementara waktu menyusul memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kepri, Muhammad Syafii, mengatakan pihaknya telah menerima arahan dari pemerintah pusat untuk mengimbau biro perjalanan umrah agar menunda keberangkatan jemaah yang belum berangkat.
“Kalau bisa ditunda keberangkatannya. Sudah ada arahan dari pusat untuk menjaga keamanan warga RI yang akan umrah,” ujar Syafii, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif demi keselamatan jemaah di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.
Meski demikian, Syafii memastikan hingga saat ini belum ada laporan jemaah asal Kepri yang tertahan di bandara Arab Saudi akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
“Sejauh ini belum ada yang tertahan. Jika diperbolehkan berangkat atau pulang, tentu tidak masalah. Namun jika diminta menunggu oleh otoritas setempat, maka harus mengikuti arahan tersebut,” tambahnya.
Pihaknya juga masih melakukan pendataan terhadap jumlah jemaah asal Kepri yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Berdasarkan data sementara, jumlahnya diperkirakan lebih dari 100 orang.
Syafii menegaskan, hingga kini belum ada laporan jemaah Kepri yang terlambat kembali ke Tanah Air dari jadwal seharusnya.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kepri mengimbau seluruh biro perjalanan untuk terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta otoritas terkait guna memastikan keselamatan jemaah. (*)
Editor : Jamil Qasim