Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penertiban 208 Kios Liar di Sei Beduk Batam

Y
Penulis: Yashinta❯
Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP Kota Batam, dan Ditpam BP Batam saat menertibkan 208 kios liar di kawasan Perumnas, Kecamatan Sei Beduk, Kamis (7/5), yang berdiri di atas row jalan dan menutupi saluran drainase.  F. Yashinta / Batam Pos
Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP Kota Batam, dan Ditpam BP Batam saat menertibkan 208 kios liar di kawasan Perumnas, Kecamatan Sei Beduk, Kamis (7/5), yang berdiri di atas row jalan dan menutupi saluran drainase. F. Yashinta / Batam Pos

Advertisement

batampos – Sebanyak 208 kios liar di kawasan depan Perumnas, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, ditertibkan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP Kota Batam, dan Ditpam BP Batam, Kamis (7/5). Penertiban dilakukan karena bangunan tersebut berdiri di atas row jalan dan menutup saluran drainase.

Langkah ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk mendukung pelebaran dan normalisasi drainase di kawasan tersebut guna mengurangi potensi banjir serta meningkatkan fungsi infrastruktur kota.

Kepala Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan setelah sebelumnya pemerintah memberikan surat peringatan bertahap hingga tiga kali kepada pemilik maupun penyewa kios.

Advertisement

“Dari Bina Marga akan mengerjakan pelebaran drainase. Sehingga seluruh bangunan liar di kawasan ini kita tertibkan,” ujar Imam.

Ia menambahkan, sebagian besar pedagang telah melakukan pembongkaran secara mandiri setelah menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah. Bahkan, banyak di antara mereka yang telah mengosongkan barang dagangan sebelum petugas turun ke lapangan.

“Penertiban berlangsung selama satu hari karena sebagian besar sudah dibongkar sendiri oleh pemilik,” tambahnya.

Advertisement

Sementara itu, Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral, menyebutkan bahwa proses penertiban melibatkan sekitar 400 personel gabungan dari berbagai unsur. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan kondusif.

“Seluruh proses berjalan lancar dan kami melakukan pengamanan hingga kegiatan selesai,” ujarnya.

Meski berjalan tertib, sejumlah pedagang berharap pemerintah dapat memberikan solusi lanjutan pascapenertiban, terutama terkait relokasi usaha mereka.

Salah satu pemilik kios, Swarna, mengaku kecewa karena tidak adanya ganti rugi atas pembongkaran tersebut. Ia berharap pemerintah dapat menyediakan alternatif lokasi usaha bagi pedagang terdampak.

Advertisement

Artikel Terkait

    8 Rumah di Mangsang Dibongkar, Warga Hadang Alat Berat

8 Rumah di Mangsang Dibongkar, Warga Hadang Alat Berat

Delapan rumah di Mangsang dibongkar tim terpadu setelah negosiasi sagu hati antara warga dan perusahaan tidak mencapai kesepakatan.

Warga Pancur Tewas Tergantung, Keluarga Tolak Autopsi

Warga Pancur Tewas Tergantung, Keluarga Tolak Autopsi

Putra Arcangela, 22, ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Ruli Pancur Swadaya, Sungai Beduk. Keluarga menolak autopsi

    Curanmor di Rusun Muka Kuning Digagalkan Warga, Pria 26 Tahun Diamankan

Curanmor di Rusun Muka Kuning Digagalkan Warga, Pria 26 Tahun Diamankan

Aksi dugaan pencurian sepeda motor di Parkiran Rusun Pemko Muka Kuning, Sei Beduk, Batam, berhasil digagalkan warga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer