Batampos - Tingkat pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencapai 75 ribu orang. Ini tergolong tinggi mengingat jumlah tersebut sekitar 6.4 persen dari jumlah penduduk.
Dari puluhan ribu pengangguran tersebut, sebanyak 75 persen diantaranya berada di Kota Batam. Sementara sisanya tersebar di enam kabupaten/kota lainnya.
"Pengangguran Kepri didominasi di Batam. Saat ini 6,4 persen atau 75.000 orang. Terjadi penurunan, sebelumnya 6,8 persen," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diky Wijaya, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, tingginya tingkat pengangguran di Kepri tersebut disebabkan daerah Batam merupakan daerah strategis, yang masih diincar para pencari kerja (pencaker) dari luar daerah Kepri.
Ditambah lagi kurangnya penyerapan tenaga kerja lokal, yang disebabkan belum memiliki kompetensi keahlian yang cocok untuk bekerja di perusahaan Batam.
"Memang kesempatan mendapatkan pekerjaan kurang, karena belum memiliki kompetensi yang diinginkan perusahaan," tambahnya.
Baca Juga: Camat Siantan Utara Benahi Jalan, Bongkahan Batu Besar Dirobohkan
Para investor di Kepri, kata dia juga memiliki peran untuk menekan angka pengangguran di provinsi tersebut, terutama di Kota Batam. Mereka yang ingin berinvestasi, harusnya dapat menyiapkan lapangan kerja, untuk pencari kerja lokal.
Kendati demikian, Diky menyebut pihaknya tetap berusaha mengatasi pengangguran di Kepri, dengan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk terus memberikan pelatihan kompetensi kepada warga Kepri.
"Karena sekarang pasar kerja tidak hanya masalah ijazah saja. Namun juga masalah kompetensi," tambahnya.
Ia mengakui, saat ini Disnaker Batam juga akan menyiapkan 50 pelatihan kompetensi, untuk meningkatkan pengalaman kerja para pencaker di Batam.
"Jadi masyarakat diharapkan dapat memiliki kompetensi. Karena jika sudah dilatih, akan diterjunkan ke dunia kerja, rata-rata diterima setelah mendapatkan sertifikasi," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak