batampos – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menilai pembangunan Dermaga II serta peningkatan kapasitas Dermaga I di Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, akan menjadi langkah penting dalam memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi bagi masyarakat.
Menurut Ansar, konektivitas merupakan kebutuhan mendasar bagi Kepri yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan. Dari total wilayah provinsi tersebut, sekitar 98 persen berupa lautan dan hanya dua persen daratan, dengan 2.028 pulau yang tersebar, termasuk 394 pulau berpenghuni dan 22 pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN.
“Konektivitas merupakan urat nadi pembangunan Kepri. Tidak hanya untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga menjamin kelancaran distribusi barang dan kebutuhan pokok antarpulau,” kata Ansar saat menghadiri groundbreaking pembangunan dermaga di Tanjung Uban, Jumat.
Ansar mengapresiasi komitmen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang terus memperkuat infrastruktur transportasi laut di Kepri, khususnya melalui pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Uban yang melayani lintasan kapal RoRo.
Kurangi Antrean dan Waktu Tunggu
Ia menyebut pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I akan menjadi solusi atas persoalan antrean kendaraan serta tingginya waktu tunggu yang selama ini kerap terjadi, terutama saat musim liburan dan periode puncak perjalanan.
Dengan bertambahnya kapasitas pelabuhan, pelayanan penyeberangan diharapkan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien.
“Ketika fasilitas ini selesai dibangun, persoalan antrean panjang yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat dapat diminimalkan. Pelayanan akan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien,” ujarnya.
Dukung Pariwisata dan Investasi
Ansar optimistis penguatan infrastruktur pelabuhan akan berdampak langsung terhadap peningkatan daya saing daerah, terutama pada sektor pariwisata dan investasi yang menjadi penggerak utama ekonomi Kepri.
Ia mengungkapkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri sepanjang 2025 mencapai sekitar 2,15 juta orang, menjadikan provinsi tersebut sebagai destinasi wisata terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.
Di sektor investasi, realisasi investasi Kepri pada 2025 mencapai hampir Rp69 triliun atau melampaui target pemerintah pusat yang ditetapkan sebesar Rp48 triliun.
“Kelancaran arus orang dan barang akan semakin memperkuat daya saing daerah, mendukung pertumbuhan investasi, serta meningkatkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan ekonomi Kepri,” kata Ansar.
ASDP Targetkan Rampung November 2026
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan pembangunan Dermaga II dengan kapasitas 1.000 GT serta peningkatan kapasitas Dermaga I menjadi 2.000 GT merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas dan kualitas layanan penyeberangan di Kepri.
Menurut Heru, transportasi laut memiliki peran vital bagi daerah kepulauan karena menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, ASDP berkomitmen menghadirkan infrastruktur penyeberangan yang andal, aman, dan berkelanjutan.
Selain proyek di Tanjung Uban, ASDP juga akan melakukan rehabilitasi fasilitas Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, sebagai bagian dari penguatan layanan transportasi laut di Kepulauan Riau.
“Melalui proyek ini, layanan penyeberangan akan menjadi lebih lancar, aman, dan efisien. Kami berharap dapat memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Heru.
Ia menambahkan pembangunan Dermaga II dan peningkatan kapasitas Dermaga I ditargetkan selesai pada November 2026 sehingga dapat mulai dioperasikan menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027.
Proyek pembangunan Dermaga Tanjung Uban resmi dimulai pada Kamis (18/6) yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo. (*)
Editor : Putut Ariyo