Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Fenomena Shearline Picu Hujan di Kepri hingga Sepekan, BMKG Keluarkan Peringatan

Muhammad Syaban • Minggu, 5 Juli 2026 | 21:30 WIB
Sejumlah pengendara sepeda motor mengenakan jas hujan untuk melindungi guyuran hujan saat melintas di Jalan Raja Haji Fisabilillah Batam Center, Rabu (24/6). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah pengendara sepeda motor mengenakan jas hujan untuk melindungi guyuran hujan saat melintas di Jalan Raja Haji Fisabilillah Batam Center, Rabu (24/6). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Kepulauan Riau selama sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat, nelayan, dan pelaku transportasi laut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Fenomena cuaca tersebut dipicu oleh terbentuknya belokan angin (shearline) di wilayah Kepulauan Riau. Kondisi ini menyebabkan perlambatan dan penumpukan massa udara yang memicu pertumbuhan awan konvektif pembentuk hujan di hampir seluruh wilayah Kepri, mulai dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna, hingga Anambas.

Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Rayi Anggriani, mengatakan fenomena shearline masih cukup kuat memengaruhi dinamika atmosfer di Kepulauan Riau dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Gedung Budaya, Simak Lokasinya ...

"Terdapat belokan angin atau shearline di wilayah Kepulauan Riau yang menyebabkan penumpukan dan perlambatan massa udara sehingga cukup mendukung pertumbuhan awan-awan hujan," kata Rayi kepada Batam Pos, Minggu (5/7).

‎Berdasarkan prakiraan BMKG, Kota Batam berpotensi mengalami cuaca berawan pada pagi hari, hujan pada siang hingga dini hari, sedangkan malam hari relatif berawan. Suhu udara berkisar 24–31 derajat Celsius dengan kecepatan angin 0–12 kilometer per jam dari arah selatan.

‎Selain Batam, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, dan Anambas. Curah hujan tersebut berpotensi memicu genangan di sejumlah wilayah yang memiliki sistem drainase kurang baik.

‎Menurut Rayi, kondisi cuaca tersebut bukan hanya berlangsung dalam satu hari. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, potensi hujan masih akan bertahan hingga sekitar satu pekan ke depan.

Baca Juga: Astra Group Batam Gelar Pekan Olahraga 2026, E-Sport Jadi Cabang Favorit Karyawan Muda

‎"Masih berlanjut untuk beberapa hari ke depan. Hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah Kota Batam masih berpotensi terjadi hingga sekitar satu minggu ke depan," ujarnya.

‎Meski intensitas hujan meningkat, BMKG memastikan kondisi tersebut bukan pertanda Kepulauan Riau mulai memasuki musim hujan. "Ini hanya fenomena cuaca sementara, bukan awal musim hujan," kata Rayi.

BMKG juga memantau kondisi cuaca di wilayah perairan Kepulauan Riau yang menjadi jalur utama transportasi antarpulau. Berdasarkan prakiraan yang berlaku hingga Selasa (7/7) pukul 07.00 WIB, hujan masih mendominasi sebagian besar wilayah perairan.

‎Di perairan Batam, Bintan, Karimun, Lingga, dan Tambelan, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,1 hingga 0,5 meter atau kategori tenang, dengan kecepatan angin 4–10 knot dari arah timur hingga timur laut.

‎Sementara di wilayah Natuna dan Anambas, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah, dengan kecepatan angin 3–12 knot dari arah barat hingga barat daya.

Baca Juga: Investasi Batam Melonjak 102,85 Persen pada Triwulan I 2026, Capai Rp17,48 Triliun

‎Menurut BMKG, kondisi gelombang tersebut masih tergolong aman bagi aktivitas pelayaran. Namun, nelayan, operator kapal cepat, maupun kapal penumpang tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena hujan lebat, petir, dan angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba dan mengurangi jarak pandang di laut.

‎BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan laut agar terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Kondisi atmosfer di wilayah Kepulauan Riau masih cukup dinamis sehingga potensi perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu singkat.

‎"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang serta selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas, terutama bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut," ujar Rayi. (*)

Editor : M Tahang
#fenomena shearline #bmkg #hujan