Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pak Gubernur Pastikan Kepri Tidak Buka Keran Impor Beras

Yashinta • Minggu, 5 Juli 2026 | 22:38 WIB
Tumpukan beras SPHP di salah satu outlet BUMN mitra BULOG Batam di Pos Indonesia KCU Batam, Kepri, Selasa (23/6/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Tumpukan beras SPHP di salah satu outlet BUMN mitra BULOG Batam di Pos Indonesia KCU Batam, Kepri, Selasa (23/6/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

batampos – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad memastikan hingga saat ini tidak ada rencana membuka keran impor beras ke wilayah Kepri. Pemerintah menilai pasokan beras yang tersedia masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota.

Ansar mengatakan pemerintah terus memantau kondisi ketersediaan bahan pangan pokok. Berdasarkan laporan yang diterima, stok beras di Kepri masih berada dalam kondisi aman.

"Tidak ada permintaan pembukaan keran impor. Saat ini yang terpenting adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," ujar Ansar.

Menurutnya, pasokan beras yang disalurkan melalui Perum Bulog juga masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bulog telah menjamin ketersediaan stok beras di seluruh wilayah Kepri.

"Bahan pangan utama kita sudah tersedia dengan baik. Bulog juga sudah menjamin kecukupan stok di setiap kabupaten dan kota," katanya.

Terkait tingginya harga beras premium di sejumlah daerah, Ansar mengakui kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Meski demikian, masyarakat masih memiliki alternatif melalui beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

"Yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengendalikan harga bersama-sama. Masih ada beras SPHP yang bisa menjadi pilihan masyarakat," ujarnya.

Ansar juga mengajak masyarakat menyesuaikan pola konsumsi di tengah fluktuasi harga beras premium. Menurutnya, penggunaan beras SPHP dapat menjadi solusi untuk membantu menjaga pengeluaran rumah tangga tanpa mengurangi akses terhadap kebutuhan pangan.

"Kita hanya perlu menyesuaikan kebiasaan. Tidak masalah menggunakan beras SPHP sebagai alternatif," katanya.

Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Ansar, akan terus berkoordinasi dengan Bulog serta pemerintah kabupaten dan kota guna memastikan distribusi beras berjalan lancar dan stabilitas harga tetap terjaga.

Dengan stok yang dinilai masih mencukupi, masyarakat diminta tidak khawatir maupun melakukan pembelian berlebihan karena pasokan pangan di Kepri dipastikan tetap aman.

Tag: 

Editor : Putut Ariyo
#SPHP #Ansar Ahmad #kepri #bulog #beras