Batampos - Polda Kepulauan Riau memanfaatkan berbagai ruang publik untuk mengenalkan kembali nilai-nilai luhur budaya Melayu kepada masyarakat. Salah satunya melalui tayangan audiovisual Gurindam 12 karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji yang berisi ragam pesan moral.
Gurindam itu kini hadir di kapal ferry, bioskop, radio, televisi, hingga media publik lainnya di wilayah Kepri.
Program tersebut merupakan inovasi Polda Kepri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan budaya. Selain menjadi sarana edukasi, tayangan itu diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai akhlak, kejujuran, tanggung jawab, etika, serta semangat menjaga persatuan.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan, Gurindam 12 merupakan warisan budaya Melayu yang memiliki nilai kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini. Karena itu, Polda Kepri berinisiatif memvisualisasikan isi Gurindam 12 agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Baca Juga: Panas Ekstrem di Eropa Makan Ribuan Korban Jiwa, Inggris Alami Dampak Paling Parah
“Melalui penayangan di berbagai media dan ruang publik, kami berharap masyarakat semakin mengenal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Gurindam 12 dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Program tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026. Sebelumnya, Polda Kepri juga menggelar Kenduri Kebangsaan yang dihadiri berbagai suku, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan di Kepri sebagai upaya memperkuat semangat nasionalisme dan kebersamaan.
Dalam kegiatan itu, Kapolda Kepri meluncurkan audiovisual Gurindam 12 yang dibawakan secara bergantian oleh dirinya, Wakapolda, pejabat utama Polda Kepri, hingga para kapolres dan kapolresta di jajaran Polda Kepri. Masing-masing menyampaikan bagian-bagian dari pasal dalam Gurindam 12 yang kemudian disatukan menjadi satu tayangan utuh.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Nona Pricillia Ohei mengatakan, pemanfaatan media audiovisual tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi publik Polda Kepri yang mengedepankan edukasi, pelestarian budaya, sekaligus penguatan karakter masyarakat.
Baca Juga: Diskum Batam Minta UMKM Jangan Turunkan Kualitas Produk Meski Harga Bahan Baku Naik
Menurutnya, penayangan dilakukan di berbagai sarana yang banyak diakses masyarakat, seperti kapal ferry domestik maupun internasional tujuan Singapura dan Malaysia, bioskop, radio, televisi, serta ruang publik lainnya agar pesan yang disampaikan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Tujuannya agar masyarakat memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam Gurindam 12. Ini merupakan warisan budaya Kepulauan Riau yang tidak hanya menjadi pedoman bagi masyarakat Melayu, tetapi juga memiliki nilai universal yang dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Nona.
Ia menambahkan, langkah Kapolda Kepri tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Kebudayaan Melayu Kepulauan Riau. Atas inisiatif melestarikan budaya Melayu melalui media modern, Kapolda Kepri menerima penghargaan Sekalung Budi dari Dewan Kebudayaan Melayu.
Nona menyebut respons masyarakat terhadap program tersebut juga sangat positif. Menurutnya, banyak pihak menilai upaya mengenalkan kembali Gurindam 12 melalui media audiovisual merupakan langkah yang tepat untuk mengangkat kembali kekayaan budaya Melayu yang selama ini belum banyak dipublikasikan secara luas.
“Polda Kepri berharap audiovisual Gurindam 12 ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi media edukasi yang mampu memperkuat karakter masyarakat, menanamkan nilai-nilai moral dan agama, serta mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Provinsi Kepulauan Riau,” tutupnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak