BP3MI Kepri Siapkan Lulusan Vokasi Bersaing di Pasar Kerja Global

Antara • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 11:32 WIB
Kepala BP3MI Provinsi Kepri Kombes Pol Imam Riyadi. ANTARA/Ogen
Kepala BP3MI Provinsi Kepri Kombes Pol Imam Riyadi. ANTARA/Ogen

batampos – Kebutuhan tenaga kerja terampil di pasar internasional menjadi peluang besar bagi lulusan pendidikan vokasi di Kepulauan Riau. Melihat potensi tersebut, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk mencetak pekerja migran Indonesia (PMI) yang kompeten dan siap bersaing.

Langkah ini sejalan dengan target nasional Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) yang menargetkan penempatan 500 ribu PMI ke berbagai negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 ribu di antaranya ditargetkan berasal dari lulusan pendidikan vokasi seperti SMK dan politeknik.

Kepala BP3MI Kepri Kombes Pol Imam Riyadi mengatakan, tingginya kebutuhan tenaga kerja profesional di luar negeri menjadi peluang yang harus dimanfaatkan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Kuasa Hukum Don Ritto Siapkan Praperadilan atas Penyitaan Uang dan Emas 74 Kilogram

"Dari target 500.000 penempatan PMI itu, komposisinya 300.000 bersumber dari lulusan vokasi (SMK/Politeknik) dan 200.000 dari lulusan umum. Ini adalah peluang besar sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan kita untuk melakukan link and match dengan kebutuhan global," ujar Imam di Tanjungpinang, Sabtu.

Menurut dia, BP3MI Kepri tidak hanya fokus pada proses penempatan pekerja migran, tetapi juga membangun ekosistem sejak dari tahap persiapan calon pekerja. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengembangan program Desa Migran Emas.

Program tersebut menjadi salah satu langkah pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sekaligus menyediakan informasi mengenai prosedur penempatan PMI yang aman dan legal.

Saat ini, empat desa di Kepri telah menerapkan program Desa Migran Emas, yakni Desa Teluk Sasah, Pangke, Pangke Barat, dan Tanjung Berlian Barat.

"Ke depan, BP3MI Kepri mempersiapkan sepuluh desa tambahan untuk mengadopsi program serupa," katanya.

Baca Juga: Polisi Perketat Penindakan, Orang Tua Diminta Awasi Anak Berkendara

Selain penguatan di tingkat desa, BP3MI Kepri juga memperluas kerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi. Hingga kini, lembaga tersebut telah menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan delapan SMK di Kepri.

Kolaborasi juga dilakukan bersama dua pusat pengembangan calon pekerja migran, yakni Batam Tourism Polytechnic (BTP) dan Politeknik Negeri Batam.

Imam menjelaskan, berdasarkan survei penjaringan peserta peningkatan kapasitas, Kepri memiliki potensi besar dalam penyediaan calon pekerja migran. Tercatat sebanyak 2.089 orang masuk dalam daftar potensi calon pekerja migran Indonesia (CPMI).

Beberapa sektor yang menjadi unggulan Kepri untuk pasar tenaga kerja internasional antara lain bidang pengelasan yang didukung keberadaan industri galangan kapal di Batam, sektor perhotelan dan pariwisata, serta tenaga pelaut migran di wilayah perbatasan.

"Saat ini BP3MI Kepri telah mendapatkan kuota 100 PMI untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi khusus guna mendukung penempatan pekerja migran Indonesia profesional," ujarnya.

Selain pelatihan, BP3MI Kepri juga mendorong penguatan sistem e-Vokasi bagi sekolah menengah kejuruan. Program tersebut bertujuan agar lembaga vokasi di Kepri terhubung dalam sistem nasional sehingga akses pelatihan dan peluang kerja bagi lulusan dapat lebih mudah.

Melalui sistem tersebut, calon pekerja migran diharapkan dapat terhubung langsung dengan kebutuhan industri luar negeri sesuai kompetensi yang dimiliki.

BP3MI Kepri juga memperkuat sinergi lintas sektor melalui Gerakan Nasional Migran Aman bersama Polda Kepri, Diskominfo, serta forum Sosial Ekonomi Malaysia Indonesia (Sosek Malindo).

Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan proses migrasi tenaga kerja berlangsung secara aman, resmi, dan terlindungi, sekaligus mempersempit ruang terjadinya praktik perdagangan orang di wilayah perbatasan.

Dengan berbagai program tersebut, BP3MI Kepri berharap lulusan vokasi di daerah ini tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi tenaga profesional yang memiliki daya saing di tingkat internasional. (*)

Editor : M Tahang
BP3MI Kepri Lulusan Vokasi Pasar Kerja Global