batampos - Aktivitas pelayaran di perairan Kepulauan Riau (Kepri) menghadapi tantangan cuaca yang dinamis. Untuk mengantisipasi kondisi darurat di laut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Tanjungpinang memperkuat kesiapan personel dan armada di sejumlah wilayah strategis.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan dengan menempatkan armada laut di empat wilayah, yakni Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjungpinang, dan Lingga. Langkah ini bertujuan memperpendek waktu respons ketika terjadi kecelakaan atau kondisi membahayakan di perairan.
Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazli, mengatakan karakteristik Kepri yang sebagian besar wilayahnya berupa perairan membuat kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting. Tingginya aktivitas pelayaran masyarakat harus diimbangi dengan sistem pencarian dan pertolongan yang mampu bergerak cepat.
“Kita juga terus meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan kita, mengantisipasi segala kemungkinan yang mungkin terjadi. Kita berharap seluruh stakeholder dan operator pelayaran khususnya untuk dapat meningkatkan kewaspadaan berkaitan dengan keselamatan,” ujar Fazli.
Baca Juga: Kecelakaan Laut Dominasi 28 Operasi SAR Basarnas Tanjungpinang Sepanjang 2026
Untuk mempercepat penanganan, Basarnas menempatkan kapal SAR di sejumlah daerah strategis. Armada laut disiagakan di Batam, Tanjungpinang, dan Kabupaten Lingga.
Selain itu, kesiapsiagaan diperkuat melalui pos-pos Basarnas yang berada di Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjungpinang, dan Lingga. Setiap lokasi minimal memiliki satu armada laut yang dapat langsung dikerahkan ketika menerima laporan keadaan darurat.
“Masing-masing lokasi itu sudah kita siapkan minimal satu armada laut yang siap untuk merespons apa pun kondisi kejadian yang ada di sana,” katanya.
Menurut Fazli, pola penempatan armada tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah Kepri. Dengan armada yang sudah berada di sejumlah titik, proses menuju lokasi kejadian diharapkan tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
Kesiapan juga diperkuat dari jalur udara. Basarnas Tanjungpinang menyiagakan dua unit helikopter Bolco di Lanud TNI AL Tanjungpinang untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan.
Dukungan udara tersebut diperlukan untuk operasi yang membutuhkan jangkauan lebih luas maupun penanganan di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur laut.
Fazli menegaskan seluruh unsur Basarnas tetap berada dalam pola kesiagaan selama 24 jam. Kesiapan tersebut mencakup personel maupun sarana pencarian dan pertolongan.
“Sehingga apa yang terjadi kita sudah langsung siap untuk melakukan pencarian dan penyelamatan,” ujarnya.
Penguatan kesiagaan juga berkaitan dengan potensi perubahan kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko bagi aktivitas masyarakat di laut, termasuk dampak fenomena El Nino.
Basarnas mengingatkan operator pelayaran dan masyarakat yang beraktivitas di perairan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan. Pemeriksaan kondisi kapal, kesiapan alat keselamatan, serta pemantauan perkembangan cuaca menjadi hal penting sebelum melakukan perjalanan.
Masyarakat yang menghadapi kondisi darurat di perairan diminta segera meminta pertolongan melalui call center 115 atau melaporkan kejadian kepada pos Basarnas terdekat.
Dengan pola kesiagaan yang diperkuat di sejumlah titik, Basarnas berharap setiap kejadian di wilayah perairan Kepri dapat ditangani lebih cepat sehingga risiko terhadap keselamatan masyarakat dapat diminimalkan. (*)
Editor : Yofi Yuhendri