batampos - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mendorong pengembangan Kelas Khusus Akademik (KKA) dan Kelas Khusus Olahraga (KKO) di tingkat sekolah menengah atas (SMA). Program yang telah berjalan di SMA Negeri 20 Batam itu dinilai dapat menjadi model pembinaan siswa berbakat agar mampu mengembangkan potensinya secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan KKA dan KKO telah diterapkan di SMA Negeri 20 Batam selama hampir dua tahun. Program tersebut dirancang untuk memastikan siswa yang memiliki kemampuan akademik maupun bakat khusus tetap memperoleh ruang pengembangan setelah memasuki jenjang SMA.
"Ini bagaimana anak-anak yang punya talenta tidak berhenti saat masuk SMA, tetapi tetap berlangsung terus-menerus," kata Andi saat ditemui di SMA Negeri 20 Batam, Rabu (12/8/2026).
Menurut Andi, pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik. Sekolah juga perlu memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki potensi di bidang lain, termasuk olahraga, agar dapat berkembang secara optimal.
Ia menilai pengembangan talenta harus dilakukan secara berkesinambungan. Sekolah perlu mengenali kemampuan setiap siswa sejak awal, kemudian memberikan pembinaan sesuai dengan potensi yang dimiliki.
"Yang paling penting attitude," ujarnya.
Belum Diterapkan di Seluruh SMA
Meski dinilai memberikan dampak positif, Andi menjelaskan program KKA dan KKO belum diterapkan di seluruh SMA di Kepulauan Riau. Saat ini, sebagian besar sekolah masih menjalankan sistem pembelajaran reguler.
Menurutnya, penerapan kelas khusus tidak bisa disamakan di setiap sekolah. Pengembangannya harus mempertimbangkan potensi, inovasi, serta kesiapan masing-masing satuan pendidikan.
"Tidak semua sekolah ada, karena itu harus dilihat dulu dan bagian dari inovasi kepala sekolah satuan pendidikan," katanya.
Namun demikian, Disdik Kepri akan terus mendorong lebih banyak sekolah untuk mengembangkan program serupa sesuai dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing.
Talenta Siswa Jadi Aset Sekolah
Andi menilai keberadaan kelas khusus mampu menjadi wadah untuk menyeleksi sekaligus membina siswa yang memiliki bakat unggul. Selain mengembangkan potensi individu, prestasi yang diraih siswa juga dapat mengharumkan nama sekolah dalam berbagai ajang kompetisi.
"Anak-anak kita yang punya bakat, punya talenta kita kembangkan di situ. Disaring di situ, talenta mereka diperlihatkan. Ini menjadi aset sekolah," ujarnya.
Ia berharap pembinaan tersebut mampu melahirkan lebih banyak siswa asal Kepulauan Riau yang berprestasi hingga tingkat nasional.
Libatkan KONI dan Induk Cabang Olahraga
Khusus untuk Kelas Khusus Olahraga (KKO), Andi menilai keberhasilannya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Sekolah didorong menjalin kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun induk organisasi cabang olahraga.
Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui pemetaan bakat, pengenalan berbagai cabang olahraga, hingga pembinaan atlet pelajar secara lebih terarah.
Saat ini, SMA Negeri 20 Batam menjadi salah satu sekolah negeri di Kepulauan Riau yang telah mengimplementasikan KKA dan KKO sebagai bagian dari upaya mewujudkan sekolah unggulan sekaligus mencetak lulusan yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. (*)
Editor : Putut Ariyo