batampos - Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mendorong pengembangan kelas khusus bagi siswa berbakat di sekolah menengah atas. Program Kelas Khusus Akademik (KKA) dan Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang berjalan di SMA Negeri 20 Batam dinilai dapat menjadi model pengembangan talenta siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengatakan, program tersebut telah berjalan hampir dua tahun di SMA Negeri 20 Batam. KKA dan KKO dirancang agar siswa yang memiliki kemampuan atau talenta khusus tetap dapat mengembangkan potensinya saat memasuki jenjang SMA.
“Ini bagaimana anak-anak yang punya talenta tidak berhenti saat masuk SMA, tetapi tetap berlangsung terus-menerus,” kata Andi saat ditemui di SMA Negeri 20 Batam, Rabu (12/8).
Menurut dia, keberadaan kelas khusus menunjukkan bahwa pendidikan tidak semata-mata mengukur kemampuan siswa berdasarkan prestasi akademik. Sekolah juga perlu memberikan ruang bagi siswa yang memiliki bakat tertentu, termasuk di bidang olahraga.
Andi mengatakan, pengembangan talenta harus dilakukan secara berkelanjutan. Sekolah perlu mengenali kemampuan siswa sejak awal, kemudian memberikan ruang untuk mengembangkan bakat tersebut.
“Yang paling penting attitude,” ujarnya.
Namun, Andi menegaskan program KKA dan KKO belum diterapkan di seluruh SMA di Kepri. Saat ini, sebagian besar sekolah masih menjalankan sistem pembelajaran reguler.
Baca Juga: Disdik Kepri Siapkan Lebih Banyak Kelas Khusus
Menurutnya, penerapan kelas khusus di setiap sekolah tidak dapat dilakukan secara seragam. Pengembangannya harus menyesuaikan potensi dan inovasi masing-masing satuan pendidikan serta kemampuan sekolah dalam mengelola program tersebut.
“Tidak semua sekolah ada, karena itu harus dilihat dulu dan bagian dari inovasi kepala sekolah satuan pendidikan,” katanya.
Meski begitu, Dinas Pendidikan Kepri akan terus mendorong lebih banyak sekolah untuk mengembangkan program serupa.
Andi menilai keberadaan kelas khusus dapat memberikan dampak besar terhadap siswa yang memiliki talenta tertentu. Potensi mereka dapat diseleksi dan dibina sehingga tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama sekolah dalam berbagai kompetisi.
“Anak-anak kita yang punya bakat, punya talenta kita kembangkan di situ. Disaring di situ, talenta mereka diperlihatkan. Ini menjadi aset sekolah,” kata dia.
Aset tersebut, menurut Andi, salah satunya adalah kemampuan siswa untuk mewakili sekolah dalam berbagai perlombaan, mulai dari tingkat antarsekolah hingga nasional.
Ia berharap pembinaan tersebut dapat melahirkan lebih banyak siswa Kepri yang mampu berkompetisi di tingkat nasional.
Pengembangan KKO juga dinilai membutuhkan dukungan pihak eksternal. Sekolah dapat bekerja sama dengan organisasi olahraga, seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) maupun induk cabang olahraga, untuk membantu menemukan dan membina calon atlet dari kalangan pelajar.
Kerja sama tersebut dapat dilakukan melalui pengenalan cabang olahraga, pemetaan bakat, hingga pembinaan siswa secara lebih terarah.
SMA Negeri 20 Batam sendiri saat ini menjadi salah satu sekolah yang menjalankan KKA dan KKO. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menuju visi sebagai sekolah negeri unggulan. (*)
Editor : Yofi Yuhendri