Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banjir dan Longsor Hantam Filipina, 23 Orang Tewas dan Ribuan Mengungsi

J
Penulis: JawaPos❯
Arsip – Seorang wanita menggunakan payung untuk menghindari hujan lebat akibat topan Gaemi di Kota Quezon, Filipina, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA/Xinhua/Rouelle Umali
Arsip – Seorang wanita menggunakan payung untuk menghindari hujan lebat akibat topan Gaemi di Kota Quezon, Filipina, beberapa waktu lalu. Foto: ANTARA/Xinhua/Rouelle Umali

Advertisement

batampos  – Sedikitnya 23 orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi di berbagai wilayah Filipina setelah hujan lebat memicu banjir dan tanah longsor.

Cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi monsun barat daya serta keberadaan siklon tropis Luis dan Maymay. Wilayah Luzon dan sebagian Visayas menjadi daerah yang terdampak cukup parah.

Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) dalam laporan terbarunya, Senin (17/8/2026), menyebut banjir dan longsor meluas hingga memaksa warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Advertisement

Banjir Ganggu Aktivitas Warga

Luapan sungai dan sejumlah ruas jalan yang tidak dapat dilalui membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga nasional terus melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi. Bantuan juga disalurkan kepada warga yang terdampak bencana.

Advertisement

Kerusakan dilaporkan terjadi pada sejumlah jalan, jembatan dan kawasan pertanian di beberapa provinsi.

Kerusakan infrastruktur tersebut tidak hanya menghambat transportasi, tetapi juga mengganggu mata pencaharian masyarakat yang terdampak.

Selain itu, banjir menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan pasokan air di sejumlah wilayah.

Tim penilai masih melakukan verifikasi terhadap laporan kerusakan dan korban dari berbagai daerah karena kondisi cuaca masih berubah.

Warga di Daerah Rawan Diminta Waspada

NDRRMC memperingatkan potensi hujan berkala masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Advertisement

Artikel Terkait

    BP Batam Tangani 29 Titik Rawan Banjir, Evaluasi Drainase Terus Berjalan

BP Batam Tangani 29 Titik Rawan Banjir, Evaluasi Drainase Terus Berjalan

BP Batam telah menangani 29 titik yang selama ini menjadi lokasi rawan genangan. Evaluasi dan pemeliharaan terus dilakukan

    Ombudsman Soroti Drainase Batam Tak Seimbang dengan Pertumbuhan Penduduk

Ombudsman Soroti Drainase Batam Tak Seimbang dengan Pertumbuhan Penduduk

Ombudsman RI Kepri menilai sistem drainase Batam perlu ditata ulang secara menyeluruh. Pertumbuhan penduduk hingga sekitar 1,4 juta jiwa,

BMSDA Perluas Normalisasi Drainase, Sejumlah Titik Rawan Genangan Jadi Prioritas

BMSDA Perluas Normalisasi Drainase, Sejumlah Titik Rawan Genangan Jadi Prioritas

Pemerintah Kota (Pemkot) BMSDA terus memperluas kegiatan normalisasi drainase di berbagai titik rawan genangan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer