Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BP Batam Tangani 29 Titik Rawan Banjir, Evaluasi Drainase Terus Berjalan

M
Penulis: Muhammad Sya'ban❯
Wakil Kepala BP Batam merangkap Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menunjuk lokasi penanganan drainase di Jalan S. Parman, Tanjungpiayu, Kecamatan Sungai Beduk, didampingi Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto. F: BP Batam
Wakil Kepala BP Batam merangkap Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menunjuk lokasi penanganan drainase di Jalan S. Parman, Tanjungpiayu, Kecamatan Sungai Beduk, didampingi Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto. F: BP Batam

Advertisement

 
batampos - Penanganan banjir di Batam mulai menyasar sejumlah titik yang selama ini kerap menjadi langganan genangan. Sebanyak 29 titik telah ditangani Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui perbaikan infrastruktur maupun kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Namun, penanganan tersebut tidak berhenti pada pekerjaan fisik. BP Batam masih melakukan evaluasi kondisi di lapangan untuk memastikan saluran yang dibangun maupun diperbaiki mampu berfungsi optimal ketika hujan turun.

Wakil Kepala BP Batam merangkap Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra beberapa kali turun langsung meninjau infrastruktur yang telah ditangani.

Advertisement

Pada Selasa (25/8), misalnya, Li Claudia meninjau sejumlah infrastruktur, mulai dari drainase Jalan S. Parman, Tanjungpiayu, Kecamatan Sungai Beduk; drainase di depan RS Graha Hermine, Batuaji; Drainase Spillway Muka Kuning; hingga ruas Simpang Pollux-Simpang Telkom yang direncanakan mendapat Penerangan Jalan Umum (PJU).

Di tiga titik drainase, Li Claudia melihat langsung kondisi saluran sekaligus progres penanganannya. Ia ingin memastikan pekerjaan tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi sesuai dengan persoalan dan kebutuhan di masing-masing kawasan.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” kata Li Claudia.

Advertisement

Pengecekan berlanjut pada Kamis (27/8). Bersama Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto dan jajaran, Li Claudia meninjau Drainase Jalan Tengku Sulung di depan Perumahan Odessa dan Drainase Jalan Hang Tuah, Taman Raya Tahap 4, di depan SMP Negeri 28 Batam, Kelurahan Belian.

Di dua lokasi tersebut, tim menemukan persoalan yang berkaitan dengan kelancaran aliran air. Penumpukan material menjadi salah satu hal yang diperhatikan karena berpotensi menghambat saluran dan memicu genangan.

Selain drainase, akses jalan inspeksi di sekitar saluran juga menjadi perhatian. Infrastruktur pendukung tersebut diperlukan agar pemeliharaan dan pemeriksaan saluran dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Li Claudia mengatakan pembenahan drainase harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang telah dibangun juga membutuhkan pemeliharaan agar fungsinya tidak kembali terganggu.

Advertisement

Artikel Terkait

 BP Batam Bongkar Strategi Atasi Banjir, 133 Titik Jadi Prioritas

BP Batam Bongkar Strategi Atasi Banjir, 133 Titik Jadi Prioritas

BP Batam memetakan 133 titik prioritas banjir. Sebanyak 25 lokasi telah ditangani dan 19 paket pekerjaan disiapkan hingga 2027.

    Ombudsman Soroti Drainase Batam Tak Seimbang dengan Pertumbuhan Penduduk

Ombudsman Soroti Drainase Batam Tak Seimbang dengan Pertumbuhan Penduduk

Ombudsman RI Kepri menilai sistem drainase Batam perlu ditata ulang secara menyeluruh. Pertumbuhan penduduk hingga sekitar 1,4 juta jiwa,

BMSDA Perluas Normalisasi Drainase, Sejumlah Titik Rawan Genangan Jadi Prioritas

BMSDA Perluas Normalisasi Drainase, Sejumlah Titik Rawan Genangan Jadi Prioritas

Pemerintah Kota (Pemkot) BMSDA terus memperluas kegiatan normalisasi drainase di berbagai titik rawan genangan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer