Kasus ISPA di Kepri Tembus 3.230 Kasus

Antara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:11 WIB

Kabut asap menyelimuti wilayah Kepulauan Riau. Dinkes Kepri mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko ISPA. F. Unsplash
Kabut asap menyelimuti wilayah Kepulauan Riau. Dinkes Kepri mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko ISPA. F. Unsplash

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kepri, Mochammad Bisri, mengatakan kabut asap kiriman akibat karhutla di wilayah Sumatera mulai masuk ke sejumlah wilayah Kepri. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko masyarakat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Ditambah musim kemarau yang memicu polusi debu, juga berpotensi meningkatkan ISPA," kata Bisri di Tanjungpinang, Senin (8/9/2026).

Kasus ISPA Kepri Naik

Dinkes Kepri mencatat jumlah kasus ISPA hingga awal September 2026 mencapai 3.230 kasus. Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 3.022 kasus.

Dengan demikian, terdapat kenaikan sekitar 208 kasus dalam periode tersebut.

Bisri mengatakan kasus ISPA ditemukan pada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara menurun.

"Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," ujarnya.

Kenali Gejala ISPA

Bisri menjelaskan ISPA merupakan infeksi yang menyerang sistem pernapasan dan umumnya disebabkan oleh virus. Infeksi dapat mengenai saluran pernapasan, termasuk hidung, trakea hingga paru-paru.

Gejala ISPA yang perlu diperhatikan antara lain demam, batuk, pilek, hingga sesak napas pada kondisi yang lebih berat.

Masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan dan kondisi yang memburuk disarankan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinkes Perkuat Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan

Selain mengimbau masyarakat menggunakan masker, Dinkes Kepri bersama pemerintah kabupaten/kota meningkatkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kasus ISPA.

Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta etika batuk dan bersin terus dilakukan di berbagai lingkungan, termasuk satuan pendidikan, tempat kerja dan fasilitas umum.

Dinkes Kepri juga berkoordinasi dengan Dinkes kabupaten/kota untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap menghadapi kemungkinan lonjakan pasien, termasuk dari sisi ketersediaan obat dan sarana pemeriksaan.

"Dinkes ikut melakukan pemantauan kualitas udara serta pengendalian sumber polusi seperti pembakaran sampah untuk mencegah ISPA," kata Bisri.

Masyarakat juga diimbau mengurangi paparan asap dan debu, terutama ketika kualitas udara sedang memburuk, serta menghindari aktivitas yang dapat memperparah pencemaran udara. (*)

Editor : Putut Ariyo
Dinkes Kepri ISPA Kepri kesehatan karhutla kabut asap