batampos – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadikan Dekrafest 2026 sebagai salah satu upaya memperluas akses pasar sekaligus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal naik kelas.
Ketua Dekranasda Kepri Dewi Kumalasari mengatakan, Dekrafest menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk kriya dan karya lokal kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
"Dekrafest jadi ruang memperkenalkan kekayaan kriya dan kreativitas pelaku ekonomi kreatif Kepri, sekaligus mendorong produk lokal menjangkau pasar yang lebih luas," kata Dewi saat menutup Dekrafest 2026 di Gedung Dekranasda Kepri, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang, Senin (21/9) malam.
Menurut Dewi, upaya memperluas pemasaran produk UMKM Kepri dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk membawa produk kriya dan karya pelaku usaha lokal ke sejumlah pameran di luar daerah.
Salah satunya melalui keikutsertaan dalam pameran di Makassar, Sulawesi Selatan. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dengan partisipasi dalam INACRAFT di Jakarta yang menjadi salah satu ajang pameran kerajinan berskala nasional.
Selain pemasaran, Dekranasda Kepri juga mendorong peningkatan kualitas produk. Pengembangan tersebut dilakukan bersama sejumlah mitra, termasuk Bank Indonesia.
Dewi mengatakan pengembangan produk tenun Kepri dilakukan dengan memperhatikan motif, pilihan warna, hingga desain agar tetap sesuai dengan perkembangan tren dan kebutuhan pasar.
Menurut dia, produk tradisional tidak harus dipertahankan dalam bentuk yang sama. Identitas budaya tetap dapat dijaga sembari melakukan inovasi agar produk mampu mengikuti perkembangan zaman.
"Dengan demikian, berbagai produk Kepri tetap memiliki identitas kebudayaan, namun sekaligus mampu menjawab selera dan kebutuhan konsumen masa kini," ujarnya.
Dekranasda Kepri Buka Akses Pasar UMKM
Dewi berharap peningkatan penjualan produk UMKM Kepri dapat mendorong transaksi dan memperbesar perputaran ekonomi yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha.
Untuk membuka akses pasar, Dekranasda Kepri juga mendorong pelaksanaan Dekra Business Match serta membangun kerja sama dengan sektor perhotelan.
Menurut Dewi, langkah tersebut penting untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dan mitra usaha. Dengan demikian, peluang produk lokal masuk ke berbagai saluran pemasaran dapat semakin terbuka.
Dekrafest Kepri 2026 sendiri diikuti 52 stan yang berasal dari tujuh kabupaten/kota di Kepri. Masing-masing stan menampilkan beragam produk kriya dan karya lokal yang merepresentasikan potensi ekonomi kreatif dari daerah masing-masing.
"Dekranasda akan terus menjalankan perannya sebagai jembatan antara UMKM dengan pasar, mitra usaha, pemerintah dan berbagai pihak yang dapat membuka peluang bagi perkembangan kriya dan karya Kepri," kata Dewi.
UMKM Kepri Didorong Terus Berinovasi
Dewi mengatakan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM semakin beragam. Perubahan tren, persaingan pasar, perkembangan teknologi, hingga perubahan selera konsumen menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi.
Karena itu, pelaku UMKM Kepri didorong untuk meningkatkan inovasi dan kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi karakter produk lokal.
“Mari bersama-sama kita kembangkan ekonomi kreatif dan kita banggakan karya anak Kepri. Dari karya tumbuh ekonomi, dari budaya lahir kebanggaan," demikian Dewi. (*)
Editor : Putut Ariyo