batampos- Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun, menggelar gerakan pangan murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan dalam rangka memperingati hari jadi kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun. Gerakan pangan murah tersebut dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut. Dua hari di Mako Polres Karimun dan terakhir di Coastal Area.
" Alhamdulillah, program gerakan pangan murah ini cukup terbantu kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Terutama, beras, telur dan minyak gorong (migor),'' jelas Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun Basori, Senin (13/8).
Selama bazar pangan murah tersebut, pihaknya mengandeng distributor sembako, bulog dan petani lokal untuk menyediakan komoditi sembako dengan harga dibawah pasar. Mulai dari beras SPHP Bulog, gula pasir, telur ayam, minyak goreng, tepung beras, tepung ketan, tepung terigu dan sayuran.
" Untuk beras bulog kurang lebih 7 ton dipersiapkan. Rata-rata, masyarakat berburu telor, migor dan beras untuk keperluan sehari-sehari,'' ungkapnya.
Walaupun, bazar pangan murah sudah selesai, pihaknya akan tetap terus melakukan pemantauan terhadap pasokan sembako di Karimun. Mengingat, saat ini untuk pasokan beras ada kendala yang sekarang sedang dicarikan solusi terbaik dari bupati karimun.
" Paling penting, bagaimana Pemda Karimun berupaya untuk tetap lancar pasokan sembako. Terutama, beras, telor dan migor,'' tuturnya.
Sebelumnya Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya dari Polri untuk hadir di tengah masyarakat, membantu meringankan kebutuhan harian, serta menjaga stabilitas ekonomi jelang hari besar nasional maupun kondisi tertentu yang berdampak pada kenaikan harga pasar.
" Melalui gerakan pasar murah ini, kami ingin membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan. Ini juga merupakan bentuk sinergi Polri dengan masyarakat dalam menjaga situasi sosial dan ekonomi yang kondusif,'' tuturnya.(*)
Editor : Tunggul Manurung