Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ribuan ASN Karimun Jalani Skrining TBC, Ini Tujuannya

Sandi Pramosinto • Selasa, 11 November 2025 | 14:00 WIB
ilustrasi TBC
ilustrasi TBC

batampos- Ribuan ASN yang ada di Pulau Karimun menjalani skrining pemeriksaan tuberkulosis (TBC). Hal ini tertuang di dalam surat Nomor B/ 400.7.8.1/5131/DINKES/2025 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Sekretariat Daerah. Hal ini sebagai langkah deteksi dini penyakit tersebut.

Bupati Karimun, Iskandarsyah yang dikonfirmasi Batam Pos, Senin (10/11) mengatakan, pelaksanaan skrining pemeriksaan TBC yang dilakukan di jajaran ASN yang bertugas di Pulau Karimun sesuai dengan surat edaran Gubernur Kepri Nomor B/400.7.81/150DINKES-SET/2025.

''Surat edaran tersebut bertujuan tentang percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus TBC secara dini dan aktif. Untuk itu, kita di Karimun mulai hari ini (Senin, red) sampai dengan Kamis (14/11) sudah mulai melakukan skrining melalui X-ray yang dilaksanakan terpusat di Puskesmas Meral,'' ujarnya.

Untuk jumlah ASN yang masuk dalam daftar mengikuti skrining pemeriksaan TBC, tambah Bupati, ada 1.250 orang yang berasal 33 OPD. Dengan kata lain, seluruh OPD yang ada di Pulau Karimun plus dengan pihak kecamatan. Untuk masing-masing OPD jumlah ASN yang menjalani skrining tidak Sajam ada yang jumlahnya 40 orang atau lebih. Bahkan, yang paling banyak itu dari BPBD Damkar yang jumlahnya 70 orang.

''Melalui kegiatan skrining pemeriksaan kasus TBC aktif di antara ASN secara lebih cepat dan akurat. Bahkan, pada individu yang belum menunjukkan gejala berat (Active Case Finding - ACF). Selain itu juga untuk memastikan ASN yang terdiagnosis segera mendapatkan pengobatan standar secara tuntas untuk mencegah penyakit berkembang parah. Sehingga, dapat juga mencegah terjadinya penularan di lingkungan Kerja,'' jelasnya.

Bukan hanya itu saja, kata Bupati, kegiatan skrining TBC ini juga mengurangi risiko penularan bakteri mycobacterium tuberculosis antar-ASN di kantor, ruang rapat atau area publik lainnya. Sehingga, dapat menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi seluruh pegawai.

''Skrining TBC ini juga untuk mendukung program eliminasi TBC nasional 2030. Artinya, mengeliminasi TBC di Indonesia pada 2030 dengan fokus pada lingkungan perkantoran pemerintah. Sehingga, memastikan ASN yang sehat dapat bekerja secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,'' ungkap Iskandar. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#skrining #tbc