batampos – Arus balik penumpang di Pelabuhan Penumpang Tanjungbalai Karimun terpantau padat, Minggu (4/1), seiring kepulangan warga negara asing (WNA) ke negara asal masing-masing usai libur Tahun Baru 2026. Kepadatan terjadi baik pada penumpang internasional maupun domestik, meski masih dalam kondisi terkendali.
Kepala Terminal PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Tanjungbalai Karimun, Raja Heri, mengatakan meskipun terjadi lonjakan penumpang, operasional pelabuhan tetap berjalan normal tanpa penambahan armada kapal.
“Alhamdulillah masih normal, tidak ada penambahan kapal baik untuk rute domestik maupun internasional. Namun untuk penumpang internasional tujuan Singapura dan Malaysia memang cukup padat,” ujar Raja Heri.
Menurutnya, seluruh calon penumpang masih tertampung dengan baik di ruang tunggu pelabuhan. Untuk penumpang domestik, pihak pengelola telah melakukan antisipasi melalui renovasi dan penataan ulang ruang tunggu agar tetap nyaman.
Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, arus penumpang libur Tahun Baru 2026 justru mengalami penurunan sebesar 19,6 persen dibandingkan periode pergantian tahun 2024–2025 yang sempat melonjak hingga 69,6 persen.
Hal serupa juga terjadi pada arus puncak Natal. Pada 2025, peningkatan penumpang tercatat sekitar 17 persen, lebih rendah dibandingkan Natal 2024 yang mencapai 30,5 persen.
“Meski begitu, hari ini tetap terlihat padat. Ada kenaikan sekitar 5 persen, baik penumpang datang maupun berangkat. Namun kami pastikan seluruh penumpang mendapat tempat duduk yang layak,” jelasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan penumpang mancanegara, mayoritas wisatawan Malaysia yang datang bersama keluarga, mengantre memasuki ruang tunggu internasional dengan membawa koper dan oleh-oleh khas Karimun.
“Besok anak-anak sudah masuk sekolah, jadi kami pulang hari ini, ferry terakhir ke Malaysia. Sudah dua minggu liburan di Karimun,” ujar Nora, wisatawan asal Johor. (*)
Editor : M Tahang