Batampos - Kondisi pelabuhan utama Tanjungbalai Karimun, yakni pelabuhan domestik dan
internasional mulai dipadati para pemudik. Khususnya, pemudik yang akan berangkat ke berbagai
kabupaten di Provinsi Riau.
Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Captain Supnedi yang dikonfirmasi Batam
Pos, Selasa (17/3/2026) mengatakan, data angkutan lebaran Idul Fitri 1447/ 2025 M pada H-5 memang arus penumpang mudik sudah mulai padat di Pelabuhan Domestik dan Internasional.
''Kalau di pelabuhan domestik dapat kita lihat bahwa arus keberangkatan penumpang sejak pagi
sudah mulai padat. Sedangkan, untuk arus kedatangan dari luar negeri, Khsusunya Malaysia
cukup banyak. Jumlahnya tidak kurang dari 2 ribuan orang. Kemudian penumpang yang berangkat
keluar melalui pelabuhan domestik sebanyak 2.145 orang,'' ujarnya.
Banyaknya penumpang yang turun dari Malaysia di Tanjungbalai Karimun, lanjutnya, maka
pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyiapkan ekstra tirp kapal ke berbagai tujuan. Karena,
ada penumpang yang baru tiba dari luar negeri, sedangkan jadwal kapal sudah tidak ada lagi.
Maka pihaknya berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran apakah akan melaqkukan pelayaran
ekstra.
''Dan, pada Senin itu ada 3 kapal ektra trip yang berangkat di luar jadwal karena jumlah
penumpang yang cukup banyak. Yakni, ekstra trip dua unit speedboat (SB) Karunia Jaya tujuan dari Tanjungbalai Karimun ke Tanjungbatu dan berlanjut ke Penyalai, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau dengan total penumpang 94 orang,'' jelasnya.
Selain itu, kata Supendi, tambahan ekstra trip juga ada dari Tanjungbalai Karimun ke Tanjungsamak, Kabupaten Meranti sebanyak 86 orang. Alhamdulillah, situasi dan kondisi pelabuhan selama angkutan lebaran dalam keadaan aman dan kondusif. Kepada masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi laut dan membutuhkan informasi bisa langsung datang ke posko yang ada di pelabuhan.
Miko sebagai pengelola SB Karunia Jaya yang dikonfirmasi Batam Pos secara terpisah menyebutkan, pihaknya hanya membantu masyarakat. ''Kalau memang dibutuhkan kami siap back up untuk memberangkatan armada kapal kita. Memang, untuk harga tiket sedikit lebih mahal. Karena, kapal kita pulang kosong setelah mengantar penumpang,'' ungkapnya.
Reno, salah seorang penumpang yang akan mudik ke Riau kepada Batam Pos menyebutkan, perjuangan untuk mendapatkan tiket pulang kampung tahun ini memang tidak mudah. ''Setelah tiga hari baru dapat tiket untuk pulang kampung. Sebab, selama dua hari pas sampai di lokte tanya tiket habis. Alhamdulillah, sudah dapat tiket tinggal berangkat pada Rabu (18/3/2026),'' pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak