Batampos - IGD Rumah Sakit Muhammad Sani menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Khususnya, yang bersifat darurat. Karena, meski pelayanan poli di RSUD Muhammad Sani tidak beroperasi selama libur lebaran atau Idulfitri, namun untuk IDG siapa 24 jam.
Direktur RSUD Muhammad Sani, dr Dedi Abrianto menyebutkan, pelayanan di IGD selama libur lebaran tidak begitu terjadi peningkatan jika dibandingkan dengan hari biasa. ''Sesuai dengan komitmen kami bahwa pelayanan kesehatan tetap harus dibuka 24 jam, meski sedang libur. Karena orang sakit itu tidak bisa dipastikan,'' jelasnya saat ditemui kemarin.
Dia mengatakan, sesuai dengan laporan dari bagian IGD untuk jumlah penanganan pasien di IGD pada saat libur lebaran, yakni Rabu (18/3/2026), sebanyak 65 orang. Kemudian, di hari berikutnya, Kamis (19/3/2026) mengalami peningkatan pelayanan dengan jumlah 80 orang. Selanjutnya, untuk Jumat (20/3/2026) dan Sabtu (21/3/2026) total pasien yang datang sebanyak 145 orang.
''Jumlah penanganan pasien di IGD memang tidak begitu banyak. kecuali pada H+1 atau Minggu (22/3/2026). Jumlah masyarakat yang datang berobat sebanyak 99 orang. Sedangkan, pada H+2 atau Senin (23/3/2026) sampai dengan pukul 17.00 WIB jumlah masyarakat yang datang ke IGD sebanyak 60 orang,'' papar Dedi.
Rata-rata keluhan masyarakat yang datang untuk berobat ke IGD, tambahnya, disebabkan sakit perut. Seperti lambung dan juga diare. Hal ini kemungkinan disebabkan pola makan. dia menyarankan kepada masyarakat agar menghindari menjaga pola makan. Misalnya, hindari makan makanan yang pedas. Maklum saja, selama satu bulan berpuasa pada siang hari. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak