Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Listrik Belum 24 Jam, Warga Desa Tulang Bertahan dengan Genset

Tri Haryono • Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:30 WIB

Warga Desa Tulang ketika berlebaran bersama sanak saudara yang tidak menikmati listrik pada pagi hingga sore hari. F. Zaini untuk Batam Pos
Warga Desa Tulang ketika berlebaran bersama sanak saudara yang tidak menikmati listrik pada pagi hingga sore hari. F. Zaini untuk Batam Pos

batampos – Di tengah geliat pembangunan Kabupaten Karimun, warga Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam, masih harus hidup dengan listrik terbatas. Ironisnya, wilayah ini berada tak jauh dari pusat ibu kota kabupaten, namun belum juga menikmati aliran listrik 24 jam.

Hingga Idulfitri 1447 H/2026 M, kondisi tersebut belum berubah. Warga hanya bisa menikmati listrik sekitar 14 jam per hari, mulai pukul 17.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Keterbatasan ini membuat warga harus beradaptasi, termasuk saat merayakan hari besar keagamaan. Sebagian warga yang mampu memilih menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik di siang hari.

“Walaupun Lebaran tanpa listrik dari pagi sampai siang, suasana tetap meriah. Yang mampu pakai genset,” ujar Zaini, warga Desa Tulang, Sabtu (28/3).

Untuk pelaksanaan Salat Id, panitia masjid juga mengandalkan genset guna menyalakan pengeras suara dan kipas angin agar ibadah tetap berjalan khidmat.

Meski kondisi serba terbatas, warga tetap berusaha bersyukur. Namun harapan untuk mendapatkan layanan listrik penuh terus disuarakan, mengingat desa tersebut berada dekat dengan pusat pemerintahan.

Sejak Kabupaten Karimun berdiri pada 1999, warga Desa Tulang belum pernah menikmati listrik selama 24 jam.

Sementara itu, Manager PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, mengatakan pihaknya telah mengusulkan peningkatan layanan listrik melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Sudah kami usulkan agar bisa 24 jam, namun masih menunggu persetujuan dari pusat,” ujarnya.

PLN memastikan upaya peningkatan layanan terus dilakukan. Namun realisasi program tersebut masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.

Warga berharap, pada Idulfitri mendatang, mereka tidak lagi merasakan keterbatasan listrik seperti saat ini dan dapat menikmati layanan yang sama dengan daerah lain. (*)

Editor : M Tahang
#Listrik 24 Jam