batampos – Keterlambatan kedatangan KM Bukit Raya dari Pelabuhan Belinyu membuat ribuan penumpang tujuan Anambas, Natuna, hingga Pontianak tertahan berjam-jam di Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kabupaten Bintan, Selasa (13/1/2026).
Kapal penumpang milik PT Pelni tersebut semula dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB. Namun, akibat keterlambatan masuk ke Pelabuhan Kijang, jadwal keberangkatan mengalami beberapa kali perubahan.
Informasi awal yang diterima penumpang menyebutkan kapal akan berangkat pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, pihak Pelni kembali mengumumkan pemunduran jadwal hingga pukul 15.00 WIB.
Petugas Pelni di Kijang, Robert, menjelaskan keterlambatan disebabkan cuaca buruk di perairan Belinyu, Bangka, berupa gelombang tinggi dan angin kencang.
“Karena faktor cuaca di perairan Belinyu, KM Bukit Raya diperkirakan baru tiba di Pelabuhan Kijang sekitar pukul 12.00 WIB,” ujar Robert.
Setibanya di Pelabuhan Sei Kolak, kapal tidak langsung diberangkatkan. KM Bukit Raya terlebih dahulu menjalani proses operasional, mulai dari pengisian air bersih, penambahan bahan bakar, hingga pembuangan limbah dan sampah kapal.
“Setelah semua proses selesai, kapal direncanakan melanjutkan pelayaran menuju Anambas, Natuna, dan Pontianak sekitar pukul 15.00 WIB,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak subuh hari pelabuhan sudah dipadati penumpang. Sebagian besar mengaku tidak mengetahui adanya keterlambatan kedatangan kapal dari Belinyu.
Bahkan, sejumlah penumpang sudah tiba di pelabuhan sejak pukul 04.00 WIB untuk mengejar jadwal keberangkatan pagi.
“Saya sudah dari subuh di pelabuhan. Baru tahu jadwal diundur setelah sampai dan cek handphone,” ujar Alfian, calon penumpang tujuan Ranai, Natuna.
Diketahui, tiket KM Bukit Raya untuk pelayaran kali ini telah habis terjual sejak sekitar sepekan sebelumnya. Meski demikian, sejumlah calon penumpang tetap datang ke pelabuhan untuk mencoba memperoleh tiket non-seat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan cuaca di wilayah perairan Anambas dan Natuna diperkirakan berawan hingga hujan ringan disertai angin kencang. Tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 2 hingga 4 meter.
BMKG mengimbau masyarakat dan penumpang kapal untuk tetap waspada serta mengikuti arahan keselamatan dari pihak pelayaran. (*)
Editor : M Tahang