Batampos - Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau mengingatkan pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat merupakan bagian dari amanah Mufakat 12 dengan LAM Riau.
Sehingga, Pembangunan Monumen Bahasa tersebut perlu dilakukan untuk menyelesaikan amanah tersebut. LAM Kepri, menyebut telah dilibatkan dalam perencanaan pembangunan Monumen itu.
"Pengurus LAM bersetuju dengan rencana Pemprov Kepri tersebut, karena menyangkut kebesaran, kemajuan peradaban, tamadun Melayu masa lalu," kata Ketua I LAM Kepri, Atmadinata kepada Batam Pos, Jumat, (13/3/2026).
Dari fakta historis, menurutnya tidak ada yang membantah bahwa Bahasa Indonesia itu berakar pada Bahasa Melayu. Bahasa Melayu, kata dia sudah digunakan sebagai alat komunikasi di Nusantara sejak berabad-abad.
Sehingga, para pemuda menyepakati dalam Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 bahasa tersebut dijadikan Bahasa Indonesia dengan rumusan menjunjung tinggi Bahasa Indonesia, yang asalnya bahasa Melayu.
"Khususnya Bahasa Melayu yang digunakan di Kepri yang telah dibina sebagai Bahasa Melayu Tinggi oleh para pujangga, penyair, sastrawan yang terpenting oleh Raja Ali Haji," sebutnya.
Ia memastikan, banyak karya bidang sastra, sejarah, hukum, agama, pemerintahan yang diterbitkan di Penyengat pada masa Kerajaan Riau Lingga, menggunakan Bahasa Melayu tinggi.
"Jadi wajarlah Pulau Penyengat dijadikan sebagai tempat tegaknya Tugu Bahasa Nasional itu," tegasnya.
Selain itu, ia menyebut pilihan Pulau Penyengat sebagai tempat berdirinya Tugu Bahasa Nasional ini sesuai dengan amanah dalam Mufakat 12 yang ditandatangani antara Pemprov Kepri dengan Pemprov Riau, LAM Kepri dan LAM Riau pada beberapa tahun lalu
Sehingga, LAM Kepri berharap keberadaan Monumen Bahasa tidak hanya sekedar tugu tegak sebagai benda mati, melainkan sebagai tugu hidup yang memberi kontribusi positif bagi generasi muda.
"Terutama sebagai sarana edukatif, tempat belajar, meneliti dan tempat melahirkan karya-karya kekinian dengan inspirasi masa lalu untuk kejayaan dan kebesaran peradaban Melayu di masa depan," pungkasnya.
Selain itu, LAM Kepri berharap Monumen Bahasa sudah selesai dibangun pada awal Oktober 2028. Sehingga peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda 28 Oktober 2028 dilaksanakan secara nasional di halaman monumen Bahasa Penyengat.
Monumen Bahasa di Pulau Penyengat, diperkirakan bakal dibangun pada pertengahan tahun 2026, dengan perkiraan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak