Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tarif Naik, Rute Terganggu, Pariwisata Kepri Hadapi Tekanan Global

Abdul Azis Maulana • Selasa, 21 April 2026 | 20:41 WIB
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura memimpin rapat koordinasi lintas sektoral membahas strategi menjaga stabilitas pariwisata di tengah gejolak global. F. Azis Maulana/Batam Pos
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura memimpin rapat koordinasi lintas sektoral membahas strategi menjaga stabilitas pariwisata di tengah gejolak global. F. Azis Maulana/Batam Pos

 batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai mengantisipasi dampak gejolak geopolitik global terhadap sektor pariwisata. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Graha Kepri, Batam Kota, Selasa (21/4).

Rapat dipimpin Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, dengan fokus menjaga stabilitas dan kondusivitas sektor pariwisata di tengah ketidakpastian global.

“Koordinasi lintas sektoral menjadi kunci dalam menjaga kunjungan wisatawan ke Kepri di tengah gejolak geopolitik,” ujar Nyanyang.

Baca Juga: Temui Pemprov Kepri, ‎DPD RI Sebut P3K Terancam Imbas Belanja Pegawai 30 Persen

Forum ini mempertemukan pemerintah daerah dan pelaku industri guna merumuskan langkah strategis, terutama menghadapi potensi penurunan mobilitas wisatawan internasional.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan sektor pariwisata sangat rentan terhadap dinamika global. Ia menyoroti ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang berdampak pada jalur transportasi internasional, termasuk kawasan Selat Hormuz.

Gangguan tersebut memicu perubahan rute penerbangan, penutupan sebagian jalur, serta kenaikan biaya operasional. Dampaknya, tarif tiket meningkat dan mobilitas wisatawan global ikut tertekan.

Meski demikian, kinerja pariwisata Kepri sepanjang 2025 masih menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2,027 juta orang, sementara wisatawan nusantara menembus 4,320 juta orang—tertinggi sejak pandemi Covid-19.

“Pariwisata menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus berkontribusi terhadap ekonomi nasional,” kata Hasan.

Baca Juga: Hati-hati! OJK Tegaskan Tak Ada Konsultan Resmi Penyelesaian Pinjaman Online

Kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencapai Rp22,6 triliun. Secara nasional, sektor akomodasi dan makan minum dari Kepri menyumbang sekitar 1,83 persen terhadap produk domestik bruto.

Wisatawan dari kawasan ASEAN masih mendominasi, khususnya Singapura dan Malaysia. Sementara itu, pasar potensial lainnya berasal dari Cina, India, dan Korea Selatan.

Namun, tekanan mulai terasa pada 2026. Tarif ferry internasional rute Kepri–Singapura naik sekitar 6 dolar Singapura sejak Maret, sedangkan rute Kepri–Malaysia meningkat hingga 17 ringgit sejak awal April. Kenaikan juga terjadi pada tiket penerbangan domestik seiring lonjakan harga bahan bakar.

Selain faktor ekonomi, kebijakan sejumlah negara turut memengaruhi arus wisatawan. Cina menutup sebagian ruang udara selama 40 hari sejak 1 April 2026, sementara Korea Selatan mengeluarkan peringatan perjalanan ke Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan domestik. Citra pariwisata sempat terdampak isu dugaan pungutan liar di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre yang viral di media sosial.

Baca Juga: Tegang! Iran Enggan Berunding Selama AS Terapkan Blokade Hormuz

Hasan menyebut pihaknya masih menunggu rilis data terbaru BPS untuk Maret 2026 sebagai dasar penyusunan langkah lanjutan. Pemerintah akan fokus menjaga pasar utama, khususnya Singapura, Malaysia, Cina, dan India.

“Keempat negara ini merupakan kontributor utama. Polanya berbeda—wisatawan Singapura dan Malaysia cenderung singkat, sedangkan Cina dan India datang dalam rombongan,” jelasnya.

Melalui forum ini, Pemprov Kepri menegaskan pentingnya langkah preventif dan adaptif agar sektor pariwisata tetap tangguh.

Di tengah ketidakpastian global, Kepri berupaya menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mempertahankan daya tariknya sebagai destinasi unggulan di kawasan perbatasan. (*)

Editor : M Tahang
#Gejolak Global #Wakil Gubernur Kepri #rapat koordinasi lintas sektoral #Nyanyang Haris Pratamura #pariwisata