Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Investasi Kepri Triwulan I 2026 Capai Rp23,80 Triliun, AS dan Jepang Masuk Lima Besar Investor

Mohamad Ismail • Jumat, 19 Juni 2026 | 23:44 WIB
Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Kepala DPMPTSP Kepri, Hasfarizal Handra. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Realisasi investasi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga triwulan I 2026 mencapai Rp23,80 triliun. Dari jumlah tersebut, Amerika Serikat (AS) dan Jepang berhasil masuk dalam lima besar negara penyumbang investasi terbesar di Kepri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepri, Hasfarizal Handra, mengatakan masuknya AS dan Jepang menggeser posisi Malaysia dan Taiwan yang pada 2025 sebelumnya berada di jajaran lima besar investor.

"Ini menjadi peluang untuk semakin memperkuat strategi promosi investasi Kepri kepada investor global," ujarnya, Jumat (19/6).

Baca Juga: TNI AL Musnahkan Sabu dan Ekstasi Selundupan Dari Malaysia

Hasfarizal menjelaskan, realisasi investasi hingga triwulan I 2026 terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp14,05 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp9,75 triliun.

Capaian tersebut telah memenuhi sekitar 49 persen dari target investasi daerah sebesar Rp48 triliun pada 2026 serta sekitar 28 persen dari target nasional yang ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp86 triliun.

"Hal ini menunjukkan perkembangan yang positif dan memberikan indikasi bahwa target tahunan masih berpeluang untuk dicapai," kata Hasfarizal.

Menurutnya, investasi asing di Kepri masih didominasi negara-negara Asia. Singapura tetap menjadi mitra investasi terbesar, diikuti Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Dari sisi sektor usaha, PMA masih terkonsentrasi pada sektor jasa dan manufaktur, terutama industri logam dasar serta industri mesin dan elektronik. Sementara itu, sektor listrik, gas, dan air juga masuk lima besar, menandakan meningkatnya investasi pada infrastruktur pendukung industri.

Baca Juga: Investasi KEK Galang Batang Tembus Rp15,6 Triliun, Serap 5.000 Tenaga Kerja

"Konsistensi komposisi sektor pada triwulan I 2026 menunjukkan keberlanjutan minat investor terhadap sektor-sektor unggulan daerah," jelasnya.

Adapun investasi PMDN pada periode yang sama didominasi sektor listrik, gas, dan air; industri kimia dan farmasi; perumahan, kawasan industri dan perkantoran; transportasi, pergudangan dan telekomunikasi; serta perdagangan dan reparasi.

"Struktur PMDN mencerminkan keseimbangan antara investasi pada sektor produktif dan sektor pendukung sehingga diharapkan mampu memperkuat daya saing serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah," ujarnya.

Hasfarizal menambahkan, sepanjang 2025 realisasi investasi Kepri mencapai Rp64,68 triliun, terdiri atas PMA sebesar Rp43,44 triliun dan PMDN sebesar Rp21,24 triliun. Sebaran investasi masih terkonsentrasi di kawasan perdagangan bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Baca Juga: Peserta JKN Capai 99,02 Persen Secara Nasional, Tapi Jutaan Belum Aktif

"Capaian investasi tahun lalu melampaui target daerah hingga 136 persen dan target BKPM sebesar 112 persen. Ini menunjukkan kinerja investasi Kepri yang sangat baik sepanjang 2025," pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
#Investasi Kepri 2026 #PMA Kepri #DPMPTSP Kepri #Investor AS di Kepri #Investor Jepang di Kepri