batampos – Cuaca panas terik terasa di Kota Batam dalam beberapa hari terakhir, terutama pada siang hingga sore hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang sedang berlangsung di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Prakirawan BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Fitri Annisa, mengatakan sebagian besar wilayah Kepri saat ini didominasi cuaca cerah hingga berawan.
Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah. Hujan tersebut umumnya bersifat lokal dengan durasi yang relatif singkat.
“Secara umum seluruh wilayah Kepulauan Riau tengah mengalami musim kemarau. Sepanjang hari didominasi cuaca cerah hingga berawan. Namun di beberapa wilayah masih terpantau hujan skala lokal dengan durasi singkat,” kata Fitri, Selasa (18/8/2026).
Menurut Fitri, kondisi kering tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang berdampak terhadap penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kepri.
BMKG memprakirakan pengaruh El Nino masih dapat berlangsung hingga awal 2027. Agustus dan September diperkirakan menjadi periode dengan kondisi cuaca yang relatif lebih kering.
“Fenomena El Nino diprakirakan berlangsung sampai awal tahun 2027. Agustus dan September ini diprakirakan kondisi cukup kering,” ujarnya.
Hujan Lokal Masih Berpotensi
Meski memasuki musim kemarau, bukan berarti hujan sepenuhnya menghilang dari wilayah Kepri. Hujan lokal masih dapat terbentuk akibat kondisi atmosfer setempat.
Intensitas dan durasinya cenderung terbatas serta tidak merata di seluruh wilayah.
Untuk Kota Batam, BMKG memprakirakan hujan ringan pada Selasa pagi. Memasuki siang hari, cuaca diprediksi berubah menjadi berawan, kemudian berawan tebal pada malam hari dan kembali berawan pada dini hari.
Suhu udara Batam diperkirakan berada pada kisaran 26–30 derajat Celsius, dengan angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan sekitar 3–16 kilometer per jam.
Kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering membuat masyarakat diimbau tetap mewaspadai paparan panas, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Kondisi lingkungan yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila terdapat sumber pembakaran di wilayah yang rentan terbakar. (*)
Editor : Jamil Qasim