batampos – Sejumlah destinasi wisata di Indonesia mulai membidik wisatawan asal Singapura dengan membuka rute penerbangan langsung dari dan menuju Negeri Singa tersebut.
Namun, Dinas Pariwisata (Dispar) Kepulauan Riau (Kepri) menilai bertambahnya rute penerbangan langsung ke sejumlah daerah tidak akan mengganggu angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal Singapura ke Kepri.
Kepala Dispar Kepri Hasan mengatakan, Kepri masih memiliki keunggulan sebagai destinasi wisata bagi wisatawan Singapura, terutama karena jaraknya yang relatif dekat.
“Kepri tetap jadi pusat destinasi utama, karena ada kelebihannya. Terutama jaraknya yang cukup dekat,” kata Hasan, Rabu (9/9).
Menurut Hasan, Kepri juga memiliki beragam daya tarik wisata yang masih menjadi incaran wisman, termasuk wisata kuliner. Selain itu, Kepri memiliki keterikatan emosional dan sejarah dengan masyarakat Singapura maupun Malaysia.
“Jika memang membuka penerbangan luar Kepri ya silakan saja. Karena sejauh ini wisman di Kepri masih dominan dari Singapura dan Malaysia,” ujarnya.
Hingga Juni 2026, Hasan menyebut jumlah kunjungan wisman ke Kepri telah mencapai sekitar 1,2 juta kunjungan. Wisman asal Malaysia dan Singapura masih mendominasi angka tersebut.
Sementara itu, target kunjungan wisman ke Kepri pada 2026 ditetapkan sebanyak 2,7 juta kunjungan.
Di sisi lain, Anggota DPRD Kepri Rudy Chua menilai pemerintah daerah perlu lebih aktif mempertahankan pasar wisatawan Singapura. Menurutnya, semakin banyaknya penerbangan langsung dari Singapura ke berbagai daerah di Indonesia membuat pilihan destinasi bagi wisatawan semakin beragam.
“Apalagi harga tiketnya memadai untuk wisatawan jangka pendek tiga sampai empat hari,” ujar Rudy.
Rudy menilai kondisi tersebut membuat Kepri tidak bisa hanya mengandalkan keunggulan geografis dan kemudahan akses untuk menarik wisatawan Singapura.
Selama ini, Kepri bersaing dengan Malaysia dalam memperebutkan pasar wisatawan Singapura. Namun, dengan bertambahnya rute penerbangan langsung ke sejumlah destinasi di Indonesia, persaingan kini semakin luas.
Karena itu, Rudy mendorong pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota di Kepri memperkuat promosi pariwisata. Berbagai kegiatan pariwisata juga perlu dirancang secara terukur sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisman.
“Selain promosi, kita harus membuat kegiatan yang memang bisa menarik wisman,” pungkasnya. (*)
Editor : Jamil Qasim