Jaga Iklim Investasi, Kapolda Kepri Tekankan Deteksi Dini Konflik

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 19:54 WIB
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin saat membuka Gelar Operasional Polda Kepri 2026 di Holiday Inn Resort Bintan Lagoi, Bintan, Kamis (10/9). F.Istimewa
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin saat membuka Gelar Operasional Polda Kepri 2026 di Holiday Inn Resort Bintan Lagoi, Bintan, Kamis (10/9). F.Istimewa

 
batampos - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) diminta tidak menunggu gangguan keamanan berkembang menjadi konflik terbuka. Deteksi dini dan kemampuan membaca potensi persoalan harus diperkuat, terutama di wilayah yang menjadi jalur perdagangan internasional sekaligus kawasan industri dan investasi.

Pesan itu disampaikan Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin saat membuka Gelar Operasional Polda Kepri 2026 di Holiday Inn Resort Bintan Lagoi, Bintan, Kamis (10/9).

Asep mengatakan, karakteristik Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan membuat stabilitas keamanan memiliki kaitan langsung dengan aktivitas ekonomi. Karena itu, polisi harus mampu memastikan masyarakat, pelaku usaha, dan investor memperoleh rasa aman serta kepastian hukum.

“Secure Kepri for Secure Investment,” kata Asep.

Menurut dia, potensi persoalan antara masyarakat dan perusahaan, kelompok nelayan, maupun pihak lain perlu ditangani sejak awal. Polisi diminta mengutamakan komunikasi, pendekatan persuasif, dan mediasi sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.

Baca Juga: Koopsudnas Uji Penanganan Pesawat Pasca Force Down di Hang Nadim

Namun, pendekatan persuasif bukan berarti mengabaikan penegakan hukum. Jika dalam suatu persoalan ditemukan tindakan yang memenuhi unsur pidana, Asep meminta jajarannya mengambil langkah hukum secara terukur dan profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain pencegahan gangguan keamanan, Asep menyoroti pengendalian penyidikan dan penyelesaian pengaduan masyarakat. Setiap pimpinan satuan kerja diminta mengetahui perkembangan perkara yang ditangani, termasuk kendala dan langkah penyelesaiannya.

Ia juga meminta keberhasilan polisi dalam mengungkap perkara menonjol dikomunikasikan secara lebih baik kepada publik. Bidhumas Polda Kepri diminta mengemas keberhasilan tersebut sebagai success story.

Menurut Asep, masyarakat perlu mengetahui bukan hanya hasil penindakan, tetapi juga proses kerja kepolisian dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan penegakan hukum.

Asep mengapresiasi jajaran yang telah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kepulauan Riau. Ia meminta soliditas, integritas, dan profesionalisme personel dipertahankan.

“Pastikan Kepulauan Riau tetap aman, kondusif, dan nyaman bagi masyarakat, serta mampu memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi pembangunan dan investasi,” ujar dia. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
konflik masyarakat Gelar Operasional Polda Kepri investasi kapolda kepri keamanan