Wellness Jadi Strategi Kepri Gaet Wisman

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 15:01 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong pengembangan wisata wellness sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Konsep wisata yang menggabungkan kebugaran, kesehatan, relaksasi, dan ketenangan tersebut dinilai memiliki pasar tersendiri, terutama dengan posisi Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan, pihaknya akan memperluas promosi destinasi wellness untuk menyasar wisatawan dengan minat khusus.

“Pemprov Kepri untuk meningkatkan kunjungan wisman tentunya strategi Dinas Pariwisata dengan menghadirkan beberapa destinasi yang memikat wisman. Salah satunya wellness yang terus didorong,” kata Hasan, Sabtu (19/9).

Menurut Hasan, wisata wellness menawarkan pengalaman yang lebih spesifik dibandingkan wisata konvensional. Wisatawan tidak hanya berkunjung ke sebuah destinasi, tetapi juga mencari aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan, kebugaran, hingga relaksasi.

Letak geografis Batam yang dekat dengan Singapura dan Malaysia menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan pasar tersebut.

“Keuntungan lokasi Batam yang dekat dengan Singapura dan Malaysia,” ujarnya.

Sementara itu, Deputy Minister for Marketing Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu mengatakan, wisatawan mancanegara memiliki beragam tujuan saat melakukan perjalanan. Salah satunya untuk mendapatkan pengalaman wellness.

“Iya, jadi wisman itu berbagai macam tujuan. Salah satunya wellness ini yang dinilai segmented,” kata Ni Made.

Menurut dia, wisatawan wellness memiliki kebutuhan yang lebih spesifik. Mereka mencari pengalaman tertentu, mulai dari yoga, pemulihan, hingga aktivitas yang memberikan ketenangan.

“Pastinya tujuan mereka itu khusus sehingga ingin mendapatkan pengalaman yang sebaik mungkin karena yang ditawarkan wellness juga beragam seperti yoga, healing,” ujarnya.

Ni Made menilai pengembangan wisata wellness perlu didukung kegiatan yang konsisten. Event yang digelar secara berkala dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga daya tarik destinasi sekaligus menarik wisatawan untuk datang kembali.

“Upaya untuk terus berkembang itu harus dibarengi dengan event setiap bulannya untuk menggaet wisatawan. Jadi adakan saja event, pastinya wisman itu akan terkumpul untuk meningkatkan wisatawan,” katanya.

Dengan karakter pasar yang lebih spesifik, pengembangan wisata wellness di Kepri tidak hanya bergantung pada promosi destinasi. Penyediaan aktivitas yang beragam dan penyelenggaraan event secara rutin dinilai menjadi bagian penting untuk membangun pengalaman wisata sekaligus menjaga minat kunjungan wisman. (*)

Editor : Jamil Qasim
wisata wellness pemprov kepri