9.204 Relawan Terserap dalam Program MBG di Kepri, Terbanyak di Batam

Antara • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:01 WIB
Pengantaran ompreng MBG ke sekolah oleh petugas lapangan SPPG Pulau Buluh Batam, Kepri (30/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Pengantaran ompreng MBG ke sekolah oleh petugas lapangan SPPG Pulau Buluh Batam, Kepri (30/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

batampos – Sebanyak 9.204 relawan terserap dalam operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui 235 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau (Kepri).

Kepala Regional SPPG Kepri Anindita Ayu mengatakan, data tersebut merupakan kondisi per Juni 2026. Setelah periode tersebut, belum terdapat penambahan dapur SPPG di wilayah Kepri.

“Hingga kini ada 9.204 relawan yang bekerja di 235 dapur operasional di seluruh tujuh kabupaten/kota di Kepri,” kata Anindita saat dihubungi di Batam, Kamis (8/10/2026).

Ribuan Relawan Isi Berbagai Posisi

Anindita menjelaskan, para relawan mengisi berbagai posisi untuk mendukung operasional dapur SPPG, mulai dari petugas lapangan hingga tenaga kebersihan dan keamanan.

Berikut rincian tenaga yang terserap:

  • 323 petugas lapangan
  • 227 kepala juru masak
  • 1.226 juru masak
  • 1.497 tenaga persiapan
  • 2.144 tenaga pemorsian
  • 873 pengemudi
  • 2.313 tenaga pencuci ompreng
  • 299 tenaga kebersihan
  • 302 tenaga keamanan

Dari total 235 dapur SPPG, sebanyak 141 dapur berada di Batam. Sementara itu, Tanjungpinang memiliki 24 dapur, Anambas tiga dapur, Lingga tujuh dapur, Natuna 12 dapur, Karimun 29 dapur, dan Bintan 19 dapur.

Kebutuhan Relawan Disesuaikan Penerima Manfaat

Anindita mengatakan jumlah relawan yang dibutuhkan setiap dapur berbeda-beda, tergantung jumlah penerima manfaat yang dilayani.

Berdasarkan petunjuk teknis, dapur yang melayani 2.001 hingga 3.000 penerima manfaat membutuhkan 47 relawan.

Sementara itu, dapur dengan jumlah penerima manfaat 1.501 hingga 2.000 orang membutuhkan 40 relawan. Dapur yang melayani 1.251 hingga 1.500 penerima manfaat membutuhkan 35 relawan, sedangkan dapur dengan penerima manfaat kurang dari 1.250 orang membutuhkan 30 relawan.

Selain tenaga relawan, setiap dapur SPPG juga memiliki kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan.

Relawan Mendapat Perlindungan BPJS

Terkait kompensasi, Anindita menyebut petunjuk teknis program mencantumkan besaran honor relawan sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000 per hari.

Selain honor, para relawan juga mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk kompensasi, petunjuk teknis program mencantumkan besaran honor relawan sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Para relawan juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Anindita.

Ia menambahkan, proses perekrutan relawan dilakukan secara mandiri oleh yayasan yang mengelola masing-masing dapur SPPG.

“Untuk kontrak kerja relawan biasanya dibuat dengan yayasan dan untuk proses perekrutan relawan juga dilakukan secara mandiri oleh yayasan,” katanya.  (*)

 

Editor : Jamil Qasim
Mbg SPPG