batampos - Kegiatan belajar dari rumah (BDR) masih diterapkan bagi siswa SMA di Kepulauan Riau (Kepri), Senin (12/10). Dinas Pendidikan Kepri belum menetapkan jadwal pembelajaran tatap muka karena masih memantau perkembangan kualitas udara akibat kabut asap.
Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin (12/10) menunjukkan kondisi udara kabur masih menyelimuti Batam. Prakiraan cuaca di kawasan Pelabuhan Batam Centre pada pukul 14.00 WIB mencatat jarak pandang sekitar empat kilometer.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan kebijakan BDR mengacu pada surat edaran Sekretaris Daerah Provinsi Kepri. Sekolah dapat menerapkan pembelajaran dari rumah ketika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai lebih dari 110.
“Kalau kami di provinsi masih mempergunakan edaran Sekda. Pokoknya kalau tingkat asap (ISPU) sampai 110, kami langsung libur. Itu sudah kami sampaikan ke pihak sekolah,” kata Andi kepada Batam Pos, Senin (12/10) siang.
Ia mengatakan belum dapat memastikan kapan siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka. Keputusan tersebut bergantung pada perkembangan kualitas udara di wilayah masing-masing.
“Kalau kabut masih di atas 110, ya kita tidak bisa prediksi juga masuk sekolah tatap muka kapan,” ujarnya.
Baca Juga: Kabut Asap Kembali Memburuk, Sekolah di Kepri Bisa Terapkan BDR
Selama BDR berlangsung, guru tetap datang ke sekolah untuk mempersiapkan materi pembelajaran yang disampaikan secara daring. Dengan demikian, aktivitas sekolah tidak sepenuhnya dihentikan.
“Guru tetap datang ke sekolah untuk mempersiapkan pembelajarannya dari sekolah, hanya anak-anak yang belajar di rumah,” kata Andi.
Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh SMA, baik negeri maupun swasta, selama memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam surat edaran.
“Peraturan ini berlaku untuk semuanya, termasuk swasta,” tegasnya.
Penerapan BDR mengacu pada Surat Edaran Sekda Provinsi Kepri Nomor B/421.3/58/DISDIK-SET/2026 tertanggal 29 September 2026. Surat tersebut mengatur pelaksanaan BDR ketika kualitas udara akibat kabut asap berada di atas ambang ISPU 110. (*)
Editor : Yofi Yuhendri