batampos - Microsoft dilaporkan mulai meninggalkan penggunaan nama “Microsoft Gaming” dengan mengedepankan brand Xbox sebagai identitas utama di industri gim global.
Kebijakan ini disampaikan dalam komunikasi internal perusahaan. Manajemen menekankan pentingnya memperkuat identitas Xbox sebagai pusat dari seluruh lini bisnis gaming Microsoft.
Perusahaan kini kembali fokus pada identitas Xbox sebagai inti ekosistem gaming mereka. Manajemen baru menilai bahwa identitas kurang kuat dibanding brand Xbox yang sudah melekat di kalangan gamer.
"Xbox harus kembali menjadi pusat dari seluruh ekosistem gaming Microsoft," ujar CEO Xbox, Asha Sharma, dikutip dari Pure Xbox, Jumat (24/4).
Microsoft Gaming hanya menggambarkan struktur organisasi bukan ambisi perusahaan. Perusahaan memutuskan kembali ke akar dengan menjadikan Xbox sebagai identitas utama.
Baca Juga: X Integrasikan Grok ke Timeline, AI Kini Kurasi Konten Sesuai Minat Pengguna
Microsoft juga memangkas harga layanan Xbox Game Pass serta mengevaluasi kembali kebijakan lama, termasuk tidak memasukkan gim besar ke layanan pada hari pertama rilis.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menarik kembali minat pemain dengan memperbaiki posisi Xbox di pasar global.
Perusahaan mengungkap arah baru fokus pada empat pilar, yaitu hardware, konten, pengalaman pengguna, dan layanan.
Target utama akan tertuju kepada basis jumlah pengguna aktif. Xbox juga akan melakukan ekspansi ke platform global, termasuk PC, mobile, dan cloud gaming.
Microsoft juga berkomitmen pada konsol generasi berikutnya dengan nama kode Project Helix yang sedang dalam tahap pengembangan. Project Helix akan tetap menjadi produk first party Xbox.(*)
Editor : Juliana Belence