batampos - Kolaborasi terbaru antara Swatch dan Audemars Piguet lewat seri Royal Pop berhasil mencuri perhatian dunia berkat desain unik dan hype luar biasa saat peluncurannya.
Namun, harga resale koleksi kini mulai mengalami penurunan setelah sempat melonjak tajam di pasar sekunder. Royal Pop menjadi perbincangan besar karena menghadirkan reinterpretasi desain ikonik Royal Oak milik Audemars Piguet dalam format pocket watch berbahan bioceramic.
Koleksi ini menggunakan mesin mekanikal hand-wound SISTEM51 dan hadir dalam delapan varian warna berbeda dengan harga retail sekitar US$400 hingga US$420.
Peluncuran Royal Pop memicu kekacauan di kota - kota besar seperti New York, Paris, Milan, Dubai, dan Singapura. Beberapa lokasi bahkan harus ditutup sementara akibat membludaknya pembeli dan aktivitas reseller yang sangat agresif.
Polisi dilaporkan turun tangan untuk mengendalikan situasi di sejumlah negara Eropa. Pada hari pertama peluncuran, harga resale Royal Pop langsung melonjak tajam di platform sekunder seperti Chrono24, eBay, dan StockX.
Baca Juga: Koleksi Coach x Brain Dead Resmi Diluncurkan, Padukan Luxury dan Street Culture
Beberapa reseller menjual satu set lengkap lebih dari US$25.000, sementara unit individual sempat dipasarkan di kisaran US$3.000 hingga US$9.000. Harga resale Royal Pop mulai turun dari puncak awalnya meski masih berada di atas harga retail resmi.
Penurunan terjadi setelah pasar sekunder dibanjiri listing baru dan Swatch memastikan bahwa koleksi tersebut tidak sepenuhnya terbatas dalam jumlah sangat kecil.
Banyak spekulan mulai menurunkan harga jual karena permintaan tidak lagi setinggi saat hari pertama rilis. Stok diperkirakan masih akan tersedia selama beberapa bulan mendatang di toko - toko tertentu.
Royal Pop tetap dianggap sebagai kesuksesan besar dari sisi pemasaran. Swatch mengungkapkan bahwa kampanye peluncuran koleksi ini menghasilkan miliaran impresi media sosial dan perhatian global yang sangat besar.(*)
Editor : Juliana Belence