Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

7 Cara Menyimpan Daging Kurban agar Awet, Segar, dan Tidak Cepat Rusak

JawaPos • Jumat, 29 Mei 2026 | 15:15 WIB
ilustrasi daging sapi   / F. unsplash
ilustrasi daging sapi / F. unsplash

batampos - Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan pembagian daging kurban yang kemudian diolah menjadi berbagai hidangan khas seperti sate, gulai, tongseng, hingga rendang. Tidak heran jika setelah pembagian, banyak rumah dipenuhi stok daging di kulkas dan freezer.

Namun, di balik antusiasme mengolah daging kurban, ada satu hal penting yang sering diabaikan, yaitu cara penyimpanan yang benar. Kesalahan kecil dalam menyimpan dapat membuat daging cepat rusak, berbau, bahkan tidak layak konsumsi.

Agar daging kurban tetap segar dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu lebih lama, berikut 7 tips penyimpanan yang bisa diterapkan di rumah.

1. Jangan Langsung Mencuci Daging

Banyak orang langsung mencuci daging sebelum disimpan. Padahal, kebiasaan ini justru dapat mempercepat kerusakan karena meningkatkan kelembapan yang memicu pertumbuhan bakteri.

Jika terdapat kotoran atau darah, cukup bersihkan dengan tisu dapur atau kain bersih. Daging sebaiknya dicuci saat akan dimasak.

2. Potong Daging Sesuai Porsi Masak

Sebelum disimpan, sebaiknya daging langsung dipotong sesuai kebutuhan masakan, misalnya untuk sate, sop, atau rendang. Cara ini memudahkan saat akan digunakan dan menghindari proses pencairan berulang yang dapat menurunkan kualitas daging.

3. Gunakan Wadah Kedap Udara

Penyimpanan yang tidak rapat dapat membuat daging menyerap bau dari bahan makanan lain di freezer. Gunakan wadah kedap udara, plastik food grade, atau vacuum pack agar daging lebih awet dan higienis.

4. Dinginkan di Chiller Sebelum Masuk Freezer

Jika daging masih dalam kondisi hangat, jangan langsung dimasukkan ke freezer. Simpan terlebih dahulu di chiller selama beberapa jam agar suhu turun secara bertahap dan tekstur daging tetap terjaga.

5. Jangan Biarkan di Suhu Ruang Terlalu Lama

Daging mentah yang terlalu lama berada di suhu ruang dapat cepat mengalami penurunan kualitas dan menjadi sarang bakteri. Sebaiknya segera simpan ke kulkas atau freezer setelah diterima.

6. Beri Label Tanggal Penyimpanan

Memberikan label tanggal penyimpanan membantu mengatur stok daging agar tidak tertumpuk terlalu lama. Gunakan sistem FIFO (first in, first out) agar daging yang lebih dulu disimpan bisa digunakan lebih dahulu.

7. Jangan Bekukan Ulang Daging yang Sudah Dicairkan

Daging yang sudah dicairkan sebaiknya langsung dimasak. Membekukan ulang dapat merusak tekstur serta meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri yang membahayakan kesehatan.

Dengan menerapkan cara penyimpanan yang tepat, daging kurban dapat bertahan lebih lama tanpa kehilangan kualitas rasa maupun keamanan konsumsinya. Freezer pun tetap rapi, dan stok daging siap diolah kapan saja menjadi hidangan favorit keluarga. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Daging Kurban #penyimpanan makanan #kesehatan #tips dapur #idul adha