batampos - Dua Lipa kembali menunjukkan komitmennya terhadap dunia literasi. Melalui platform Service95 Book Club ia meresmikan Manifesto Library, sebuah perpustakaan permanen yang berlokasi di toko buku legendaris Livraria Lello, Porto, Portugal.
Peresmian perpustakaan menjadi salah satu agenda dalam festival sastra BABELL – City of Books. Manifesto Library dihadirkan sebagai ruang yang merayakan kebebasan berpikir, kebebasan membaca, serta keberanian para penulis yang karyanya pernah menghadapi sensor maupun pelarangan di berbagai negara.
Melalui proyek ini, ia ingin menghadirkan ruang bagi para pembaca dan penulis dari berbagai latar belakang sekaligus mengangkat pentingnya kebebasan berekspresi melalui karya sastra. Perpustakaan menyimpan 100 buku pilihan yang sebagian besar pernah dilarang, disensor, atau memicu perdebatan di berbagai negara.
Seluruh koleksi dibagi ke dalam empat tema utama, yakni power (kekuasaan), control (kendali), voice (suara), dan memory (ingatan). Terdapat karya - karya penulis ternama seperti George Orwell, Margaret Atwood, Salman Rushdie, Alice Walker, dan Olga Tokarczuk.
"Manifesto Library sebagai tempat penghormatan bagi buku - buku yang telah menghilang, para penulis yang berani membongkar struktur kekuasaan dan kontrol, serta para pembaca yang menolak diberi tahu buku apa yang boleh mereka baca," ujar Dua Lipa, dikutip dari People, Senin (6/7).
Ia juga mengajak pengunjung menentukan sendiri buku-buku yang layak mendapat tempat di rak perpustakaan tersebut.
Menurut Dua Lipa, ketika sebuah buku disensor, yang hilang bukan sekadar sebuah cerita, melainkan juga kesempatan masyarakat untuk bertanya, berimajinasi, dan memahami dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Manifesto Library diharapkan menjadi ruang yang mendorong dialog, pemikiran kritis, dan keberanian untuk mengeksplorasi gagasan - gagasan yang menantang arus utama. Kolaborasi dengan Livraria Lello juga memiliki makna tersendiri.
Toko buku yang berdiri sejak 1906 itu dikenal sebagai salah satu toko buku paling ikonik di dunia dan kerap menjadi destinasi wisata sastra di Portugal.
Dengan menghadirkan Manifesto Library di lokasi tersebut, Service95 berharap semakin banyak pengunjung yang dapat mengakses karya - karya penting yang pernah menghadapi sensor atau pelarangan.
Pembukaan Manifesto Library menegaskan peran Dua Lipa yang tak hanya dikenal sebagai musisi, tetapi sebagai pegiat literasi.
Sejak meluncurkan Service95 dan Service95 Book Club, ia aktif mempromosikan karya sastra dari berbagai belahan dunia melalui rekomendasi buku, wawancara penulis, dan diskusi mengenai isu sosial, budaya, serta kebebasan berekspresi.(*)
Editor : Juliana Belence