6 Makanan yang Bisa Dikonsumsi Sebelum Tidur

JawaPos • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Ilustrasi seorang wanita sedang tidur. (Freepik)
Ilustrasi seorang wanita sedang tidur. (Freepik)

batampos – Pilihan makanan menjelang waktu tidur dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup yang mendukung kualitas istirahat. Sejumlah makanan mengandung nutrisi yang berperan dalam berbagai proses biologis yang berkaitan dengan tidur dan relaksasi.

Salah satu nutrisi yang sering dikaitkan dengan proses tersebut adalah triptofan, yaitu asam amino yang digunakan tubuh dalam pembentukan serotonin dan melatonin. Selain itu, mineral seperti magnesium juga dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Namun, makanan bukanlah pengganti pengobatan untuk insomnia. Jika kesulitan tidur berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Selain menjaga jadwal tidur dan menerapkan kebiasaan tidur yang sehat, beberapa makanan berikut dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan sehari-hari, sebagaimana dilansir dari English Jagran.

1. Kiwi

Kiwi merupakan buah yang mengandung berbagai vitamin, mineral, antioksidan, dan serat. Buah ini juga mengandung serotonin, senyawa yang terlibat dalam sejumlah proses tubuh, termasuk pengaturan suasana hati dan siklus tidur.

Kiwi dapat dijadikan camilan ringan pada malam hari. Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Mengandalkan satu jenis makanan untuk memperbaiki kualitas tidur juga tidak dianjurkan. Pola makan secara keseluruhan tetap lebih penting, termasuk konsumsi buah, sayuran, protein, dan sumber serat yang beragam.

2. Pisang

Pisang merupakan buah yang praktis dan mengandung sejumlah vitamin serta mineral, termasuk kalium. Buah ini juga menyediakan triptofan yang dibutuhkan tubuh dalam berbagai proses biologis.

Pisang dapat menjadi pilihan camilan jika merasa lapar sebelum tidur. Kandungan karbohidrat dan seratnya juga dapat memberikan rasa kenyang.

Agar tidak mengganggu kenyamanan saat tidur, konsumsi dalam porsi secukupnya dan hindari makan terlalu banyak menjelang waktu beristirahat.

3. Bawang Putih

Bawang putih lebih dikenal sebagai bumbu masakan, tetapi bahan pangan ini juga mengandung berbagai senyawa bioaktif dan antioksidan.

Memasukkan bawang putih ke dalam makanan sehari-hari dapat menjadi bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan.

Meski demikian, belum tepat jika bawang putih dianggap sebagai obat untuk insomnia. Konsumsinya sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan terapi tunggal untuk mengatasi gangguan tidur.

4. Herbal dan Minuman Tanpa Kafein

Beberapa tanaman herbal, seperti basil dan sage, dapat digunakan sebagai bagian dari makanan maupun minuman.

Minuman hangat tanpa kafein juga dapat dimasukkan ke dalam rutinitas sebelum tidur. Bagi sebagian orang, rutinitas yang tenang dan konsisten dapat membantu menciptakan suasana yang lebih rileks sebelum beristirahat.

Jika memilih teh herbal pada malam hari, periksa kandungannya dan pilih produk yang tidak mengandung kafein atau bahan stimulan yang dapat membuat tubuh lebih terjaga.

5. Makanan Kaya Magnesium

Magnesium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk fungsi otot dan saraf.

Sejumlah makanan yang mengandung magnesium antara lain bayam, almond, alpukat, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

Memenuhi kebutuhan magnesium melalui makanan bergizi dan beragam dapat mendukung kesehatan secara umum. Namun, mengonsumsi makanan tinggi magnesium tepat sebelum tidur tidak berarti dapat secara otomatis mengatasi insomnia.

Jika tidak memiliki indikasi kekurangan magnesium, kebutuhan mineral tersebut umumnya lebih baik dipenuhi melalui pola makan seimbang.

6. Makanan dengan Lemak Sehat

Kacang-kacangan dan selai kacang dapat menjadi pilihan camilan karena mengandung lemak tak jenuh serta sejumlah protein, serat, vitamin, dan mineral.

Lemak tak jenuh merupakan bagian dari pola makan yang baik untuk kesehatan jantung. Kacang-kacangan juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Jika memilih selai kacang sebagai camilan malam, perhatikan kandungan gula tambahan dan pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Konsumsilah dalam jumlah wajar agar tidak membuat perut terlalu penuh menjelang tidur.

Pola Makan Bukan Satu-Satunya Faktor

Kualitas tidur tidak hanya dipengaruhi oleh makanan. Jadwal tidur yang konsisten, aktivitas fisik, kondisi kamar, paparan cahaya pada malam hari, konsumsi kafein, serta penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur juga dapat memengaruhi kebiasaan tidur.

Karena itu, makanan bergizi sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari pola hidup sehat, bukan sebagai solusi tunggal untuk mengatasi gangguan tidur.

Jika sulit tidur terjadi berulang kali, berlangsung dalam jangka panjang, atau menyebabkan gangguan pada aktivitas sehari-hari, konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis untuk mendapatkan evaluasi yang sesuai. (*)

Editor : Putut Ariyo
kesehatan makanan sehat pola makan insomnia kualitas tidur