batampos - Nama etomidate menjadi perhatian setelah selebgram Julia Prastini alias Jule diamankan oleh jajaran Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta terkait penggunaan vape yang mengandung zat tersebut.
Etomidate merupakan obat anestesi yang digunakan secara medis untuk membantu menginduksi anestesi umum. Obat ini diberikan melalui suntikan intravena dan bekerja dengan cepat menyebabkan efek hipnosis atau ketidaksadaran. Etomidate tidak memiliki efek analgesik atau penghilang rasa sakit.
Salah satu karakteristik etomidate adalah pengaruhnya yang relatif kecil terhadap sistem kardiovaskular dibandingkan sejumlah obat induksi anestesi lainnya. Karena itu, etomidate dapat digunakan dalam kondisi tertentu, termasuk pada pasien yang membutuhkan induksi anestesi dan memiliki kondisi kardiovaskular yang perlu diperhatikan.
Cara kerja etomidate
Etomidate bekerja pada sistem saraf pusat, terutama dengan memodulasi reseptor gamma-aminobutyric acid type A (GABA-A). GABA merupakan neurotransmiter yang berperan dalam menghambat aktivitas sel saraf.
Interaksi etomidate dengan reseptor GABA-A meningkatkan aktivitas penghambatan pada sistem saraf pusat sehingga menimbulkan efek hipnosis dan membuat pasien kehilangan kesadaran dalam proses anestesi.
Dalam penggunaan medis, etomidate diberikan dengan dosis dan cara pemberian yang terukur serta berada dalam pengawasan tenaga medis. Label obat etomidate yang disetujui FDA mencantumkan penggunaannya melalui suntikan intravena untuk induksi anestesi umum.
Mengapa etomidate dalam vape menjadi perhatian?
Etomidate bukan obat yang digunakan secara medis dengan cara dihirup melalui perangkat vape. Penggunaan etomidate melalui vape merupakan bentuk penggunaan di luar cara pemberian medis yang tercantum pada label obat.
Sejumlah laporan medis terbaru juga mulai mendokumentasikan penggunaan produk vape yang mengandung etomidate dan potensi komplikasinya. Di antaranya terdapat laporan mengenai gangguan elektrolit, termasuk hipokalemia, serta kekhawatiran terhadap penekanan fungsi kelenjar adrenal pada penggunaan berulang. Namun, penelitian mengenai dampak jangka panjang penggunaan etomidate melalui vape masih berkembang.
Selain itu, efek etomidate pada kesadaran membuat penggunaannya di luar pengawasan medis memiliki risiko tersendiri. Dalam penggunaan klinis, obat ini diberikan dengan pemantauan kondisi pasien karena efeknya terhadap sistem saraf dan fungsi tubuh lainnya.
Etomidate juga diketahui dapat menurunkan kadar kortisol secara sementara setelah pemberian. Efek tersebut berkaitan dengan penghambatan produksi hormon steroid pada kelenjar adrenal.
Etomidate dikaitkan dengan kasus vape Jule
Dalam kasus Julia Prastini alias Jule, polisi menyebut menemukan vape atau cartridge yang mengandung etomidate.
Kasatresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta AKP Michael Tandayu mengatakan Jule diamankan pada Senin (14/9/2026) di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan.
Polisi kemudian mengungkap barang bukti berupa empat cartridge vape. Tiga cartridge disebut telah kosong, sedangkan satu cartridge masih berisi zat yang disebut mengandung etomidate.
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari penangkapan dua perempuan berinisial RR dan RN. Dari lokasi penangkapan, polisi menemukan 27 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate. Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada Jule.
Pada Sabtu (19/9), polisi menyampaikan bahwa Jule diamankan dalam perkara penyalahgunaan vape yang mengandung etomidate. ANTARA melaporkan bahwa polisi menyebut Jule sebagai pengguna dalam kasus tersebut.
Dengan demikian, etomidate pada dasarnya merupakan obat anestesi yang memiliki penggunaan medis tertentu. Zat tersebut bukan bahan yang ditujukan untuk digunakan melalui perangkat vape. Kasus Jule menjadi sorotan karena etomidate yang umumnya digunakan dalam konteks anestesi medis ditemukan dalam produk vape yang digunakan di luar peruntukan tersebut.(*)
Editor : Cipi Ckandina