batampos - Penyanyi dangdut Ayu Ting Ting berencana merilis album terbaru pada 2027. Ia ingin kembali menghadirkan karya dalam format album penuh, bukan sekadar merilis single seperti yang banyak dilakukan musisi saat ini.
Rencana tersebut disampaikan Ayu saat jumpa pers setelah tampil di Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/10) malam.
“Insya Allah sih rencananya tahun depan, kalau dikasih kesempatan, album lagi sih, bukannya single. Jadi saya akan ngeluarin album terbaru gitu aja. Pokoknya tungguin dan doain aja,” kata Ayu.
Rencana tersebut menjadi kabar bagi penggemar yang menantikan karya terbaru pelantun Sambalado itu. Meski belum membeberkan detail album maupun jadwal peluncurannya, Ayu berharap rencana tersebut dapat terwujud pada tahun depan.
Ayu Ting Ting Bangga Dangdut Makin Digemari Anak Muda
Selain membahas rencana album, Ayu juga menyoroti perkembangan musik dangdut Indonesia yang dinilainya semakin mendapat tempat di kalangan generasi muda.
Ia mengenang perjuangannya ketika dangdut belum banyak dilirik anak muda. Saat itu, genre musik tersebut cenderung identik dengan pendengar berusia dewasa sehingga tidak selalu mudah diterima oleh generasi yang lebih muda.
“Kalau dari dulu saya ngerasain perjuangannya, namanya kita ngangkat dangdut tuh agak lumayan berat untuk kaum-kaum muda gitu. Pastikan rata-rata yang suka dangdut tuh orang tua. Jarang gitu anak-anak muda gitu, pastikan nganggap dangdut kayak ‘ih apa sih dangdut?’ Tapi sekarang mereka semuanya ramai-ramai bisa nyanyi lagu dangdut,” ujar Ayu.
Menurut dia, perubahan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi musik dangdut. Kini, semakin banyak anak muda yang menikmati dan menyanyikan lagu-lagu dangdut, sehingga genre musik ini memiliki peluang menjangkau pendengar yang lebih luas.
Perkembangan tersebut juga menunjukkan bahwa dangdut dapat terus beradaptasi dengan perubahan selera musik tanpa kehilangan identitasnya.
Ayu Ting Ting Ingin Dangdut Dikenal hingga Mancanegara
Ayu berharap popularitas dangdut di kalangan anak muda dapat menjadi modal untuk memperluas jangkauan musik tersebut ke tingkat internasional.
Baginya, dangdut tidak seharusnya hanya dikenal dan dinikmati di Indonesia. Genre musik ini juga memiliki peluang untuk diterima oleh pendengar di berbagai negara, sebagaimana musik pop yang memiliki pasar global.
“Kalau kita sih pinginnya dangdut bisa sama kayak pop ya, bisa diterima sama semua negara,” kata Ayu.
Harapan tersebut sejalan dengan keinginannya melihat dangdut semakin dikenal luas dan mendapat tempat di industri musik dunia.
Dengan rencana album baru pada 2027 dan meningkatnya minat generasi muda terhadap dangdut, Ayu berharap musik yang telah menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia itu terus berkembang serta menjangkau lebih banyak pendengar. (*)
Editor : Putut Ariyo