Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Cabai Merah di Pasar Sayur Dabo 'Tambah Pedas"

Vatawari BP • Selasa, 8 April 2025 | 02:00 WIB

Faisal, Pedagang Cabai merah di Pasar Sayur Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Minggu (6/4).
Faisal, Pedagang Cabai merah di Pasar Sayur Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Minggu (6/4).
 

batampos- Pasca perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah Tahun 2025, harga cabai merah di pasar sayur Dabo Singkep Kabupaten Lingga mencapai Rp 150 Ribu perkilonya. Penyebab dari harga cabai yang melambung tinggi ini dikarenakan stok barang yang tidak ada menyebabkan barang yang dijual menjadi langka.

Pantauan Batampos di lokasi Pasar Sayur Dabo Singkep, terlihat hanya satu pedagang yang menjual cabai merah. Masih banyak meja-meja pedagang yang tutup dikarenakan stok barang yang dijual tidak ada.

Fasial, satu-satunya pedagang yang saat ini menjual cabai merah di Pasar Sayur Dabo mengatakan mulai dari lebaran pertama hingga semalam harga cabai merah perkilonya mencapai Rp 150 Ribu.

"Mulai dah lebaran pertama Idul Fitri 1446 Hijriah hingga semalam harga cabai merah yang kami jual melambung tinggi mencapai Rp 150 Ribu perkilonya," ujar Faisal saat diwawancarai Batampos, Minggu (6/4).

Faisal menjelaskan, tingginya harga cabai ini dikarenakan cabai merah yang di jual sat ini sangat langka dan cabai merah tersebut berasal dari petani lokal.

"Penyebab harga cabai merah ini melambang tinggi dikarenakan stok cabai yang dijual tidak ada lagi. Cabai merah yang kami jual saat ini dengan harga Rp 150 Ribu perkilonya berasal dari petani cabai lokal dan jumlahnya sangat terbatas," ungkapnya.

Faisal menambahkan, untuk hari ini harga cabai merah sudah mulai turun diangka Rp 100 ribu perkilonya. Hal ini dikarenakan ada sedikit stok cabai merah yang masuk dari Batam.

"Untuk hari ini harga cabai merah sudah mulai turun diangka Rp 100 ribu perkilonya, karena tadi malam ada stok cabai merah yang masuk dari Batam menggunakan Roro. Namun ini tidak bertahan lama karena jumlah stok cabai merah yang masuk dari Batam tidak banyak," tambah Faisal.

Faisal berharap mobil angkutan bahan sembako yang masuk dari Jambi untuk menjadi prioritas berangkatkan karena mengingat saat ini stok bahan sembako yang ada di pasar sudah semakin sedikit dan cabai merah sudah langka.

"Kami sangat menyayangkan kepada pihak yang bersangkutan karena lebih mendahulukan kendaraan pribadi untuk diseberangkan menggunakan Roro. Akibatnya mobil yang mengangkut bahan sembako untuk masuk ke Dabo tidak bisa diberangkatkan. Jika terus seperti ini harga sembako akan semakin meninggi dan bahan pokok akan menjadi langka," jelasnya.

Harapannya Pemerintah Daerah agar menekankan kepada pihak penyedia jasa transportasi untuk lebih memprioritaskan Kendaraan Angkutan barang sembako untuk di berangkatkan karena jika tidak demikian stok barang semakin langka dan harga akan terus melambung tinggi. Dengan tingginya harga sembako akan memberikan dampak yang buruk bagi masyarakat yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (*)

 

 

Editor : Tunggul Manurung
#cabai