batampos- Proyek Pembangunan Jembatan Penyebrangan yang dianggarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lingga di Desa Marok Kecil Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga saat ini dalam kondisi mangkrak. Pasalnya, mulai dari Tahun 2022 hingga saat ini jembatan tersebut tak kunjung selesai padahal sudah tiga tahun belakang ini dianggarkan dan dikerjakan.
Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk menghubungkan beberapa Desa yang ada di Kecamatan Singkep Selatan agar akses masyarakat menjadi lebih baik dan lancar. Namun pada kenyataannya hingga kini jembatan yang rencananya dibangun untuk mempermudah akses transportasi masyarakat setempat tak kunjung rampung.
Pantauan Batampos dilokasi konstruksi, saat ini hanya terdapat 2 buah Spread Footing (Pondasi Telapak) yang masih belum siap sepenuhnya. Sedangkan untuk para pekerja dan gudang penyimpanan alat dan bahan sudah tidak ada lagi. Terlihat lokasi tersebut sudah beberapa bulan ini tidak lagi bekas pengerjaan.
Basirun, yang merupakan ketua RT 001 Dusun Laboh Desa Marok Kecil saat diwawancarai Batampos mengatakan, dirinya mewakili masyarakat setempat sangat berharap agar pembangunan jembatan ini segera diselesaikan.
"Semoga pembangunan jembatan penghubung ini dapat segera disiapkan. Karena jika terus dibiarkan seperti ini itu sama saja membuang-buang uang Negara," ungkap Basirun, Senin (7/4).
Basirun menyampaikan beberapa masyarakat ada yang kecewa dengan pengerjaan jembatan yang mangkrak ini. Pasalnya sebagian warga sudah menghibahkan tanah mereka di lokasi konstruksi agar pembangunan berjalan lancar dan tidak ada hambatan.
"Sayang sekali proses pembangunan jembatan ini menjadi mangkrak. Padahal beberapa masyarakat sudah mengghibahkan tanah mereka agar pembangunan ini dapat terealisasi," ujar Ketua RT 001 dengan wajah kecewa.
Selanjutnya, Ketua RT menjelaskan tidak hanya jembatan saja yang mangkrak, pembuatan gorong-gorong yang menjadi permintaan warga saat melakukan pertemuan di kantor Desa Marok Kecil sebelum proses pembangunan dilakukan juga dinilai tidak sesuai tepat sasaran.
"Kemarin waktu kami melakukan pertemuan dengan Dinas terkait membahas pembangunan Jembatan Penyebrangan dan jalan, kami sudah mengajukan untuk pembuatan gorong-gorong agar tidak ada genangan Air. Memang sudah di buat, namun itu semua tidak sesuai dengan standar karena posisi pipa gorong-gorong berada di atas genangan Air," jelas Basirun.
Basirun menambahkan, pengerjaan pembangunan jembatan penghubung ini sudah dimulai sejak tahun 2022 kemarin. Namun hingga saat ini jembatan tersebut tak kunjung siap. Dari pihak Dinas PUTR Lingga sendiri juga tidak memberikan kepastian yang jelas terkait kapan jembatan ini baru bisa di selesaikan.
"Padahal panjang jembatan yang dibangun ini lebih kurang sekitar 50-100 meter saja. Namun, sudah tiga tahun pengerjaan dan sudah tiga kali di anggarkan jembatan tersebut tak kunjung selesai," tambahnya.
Selain itu, salah seorang warga Desa Marok Kecil mengatakan bahwa untuk saat ini gudang yang menjadi tempat penyimpanan alat dan bahan sudah di bongkar dan para pekerja serta kontraktor sudah pada pulang. Yang tersisa di lokasi konstruksi hanya tinggal 1 unit alat berat jenis Beko yang sudah rusak.
Basirun juga mengatakan, pada pertengahan bulan Ramadan 1446 Hijriah tahun 2025 kemarin beberapa masyarakat yang ikut bekerja pada saat pembangunan tersebut pernah di panggil ke kantor Kejari Lingga untuk dimintai keterangan terkait mangkraknya pengerjaan jembatan tersebut.
Namun setelah pemanggilan kemarin hingga kini, belum ada kejelasan terkait tindak lanjut pembangunan jembatan penyeberangan tersebut apakah tetap dilanjutkan dengan anggaran yang baru atau dihentikan. (*)
Editor : Tunggul Manurung